Thursday, July 10, 2014
   
Text Size
logo.png

English Versions

A BRIEF CONCEPTION OF MUDZAKARAH ULAMA

Mudzakarah Ulama is a programme which designed based on the guidance of al Quran and also valid hadits not based on ro'yun (to combine a heart relationship) to reach al ...

Friday, 3 April 2009

READMORE

Al-Hadits

Masjid Pertama

Dari Abu Dzar berkata: Aku bertanya kepada Rasul tentang mula-mula masjid yang dibangun dibumi ini, Rasul bersabda,masjid Al Haram, Aku bertanya, Kemudian yang mana lagi?, Ia bersabda : masjid Al Aq...

Saturday, 4 May 2013

READMORE

Pembeda Dalam Bentuk Peringatan

Dalil Pokok
Bahwa sesungguhnya Allah telah menetapkan dalam al Quran surah al Furqon ayat 1, yaitu :
“Maha Berkat (Allah) Yang menurunkan al Furqon atas hambaNya (Muhammad) untuk menjadi ancaman bagi seluruh ummat manusia”.-
Maksudnya bahwa keberadaan al Quran yang diturunkan kepada Muhammad adalah merupakan pedoman untuk memilah dan memilih antara Kebenaran dengan Kebathilan, karena Allah telah menetapkan keberadaan ummat manusia didunia ini terbagi menjadi golongan kafir dan mukmin sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah at Taghobun ayat 2.
Pembahasan
Yang sebenarnya dalam memahami terhadap dalil pokok dari firman Allah tersebut, bahwa pada dasarnya ayat tersebut didalamnya bermuatan makna yang sangat luas karena dalil-dalil yang menjadi munasabahnya sangat banyak, mengingat nama-nama al Quran itu sendiri ada 55 nama dalam KetetapanNya, namun apabila diambil dari dua cara pemahaman, yaitu :
a. Ditelaah secara lughowi, ayat tersebut sudah cukup jelas, bahwa kerasulan Muhammad dengan membawa Furqon maka didalamnya ada tuntutan bersyarat, yaitu bagi yang beriman kepada Kitabullah diwajibkan untuk mentadabburinya, maka ditetapkanNya akan kemadlorotannya bagi yang hatinya tertutup, sehingga dari sanalah akan memunculkan berbagai rencana dan perilaku yang serba melawan Kebenaran, sebagaimana difirmankan dalam al Quran surah Muhammad ayat 25, yaitu :
“Sesungguhnya orang-orang yang mundur kebelakang mereka dari sesudah terang bagi mereka apa-apa tentang petunjuk itu, maka syaithon pasti membujuk mereka dan memanjangkan angan-angan untuk mereka”.-
b. Ditelaah secara maknawi ayat tersebut memberikan kejelasan yang cukup banyak dan meliputi antara lain bahwa kedudukan al Quran merupakan petunjuk dan bimbingan yang pasti bagi ummat manusia sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Isro ayat 9. Karena akan menjadikan “hija-ban mastu-ro” antara mukmin dan kafir dalam pemahaman dan kiprah duniawiyah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Isro ayat 45, sehingga dengan itu maka antara lain :
- Dengan dasar petunjuk bahwa Islam adalah sebagai Din yang akan membawa perdamaian ummat manusia, maka al Quran menekankan sikap kelembutan dalam menghadapi ummat, penuh keterbukaan dan mengundang untuk berdialog bagi menepati Kebenaran, sehingga akan terjadi suatu gambaran dari sikap yang disebut “partisipatif menejemen” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Ali Imron ayat 159.
- Dalam perbaikan ummat hanya dapat dilaksanakan melalui proses dakwah, karena dengan dakwah yang benar akan membuka pintu berfikir dan mengkikis segala bentuk sikap statis conservative abscurantis yaitu taqlid buta dan untuk itu diperlukan penguasaan dalil yang jelas dan penyampaian yang tegas , mengingat bahwa manusia itu mempunyai nurani dan masalah iman adalah hak kekuasaan Allah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Yusuf ayat 108.
- Dengan al Quran yang menjadi sumber hukum atas ummat manusia akan berarti bahwa jaminan alam akan berlimpah ruah atas idzin Allah dan manusia tidak perlu berhadapan dengan kekuatan alam yang dahsyat sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Maidah ayat 66.
Dengan demikian maka al Quran memberikan suatu bentuk “sistem” yang bersifat spesifik dan mutlaq bagi pembangunan ummat manusia sedunia karena bersumber dari Wahyu Allah dan tidak akan pernah sama dengan sistem yang berasal dari buah fikiran manusia, karena manusia mempunyai nafsu yang menjadi sarang bisikan syaithon; Maka inilah yang disebut ancaman.
Dalil Pokok
Bahwa sesungguhnya Allah telah menetapkan dalam al Quran surah al Furqon ayat 1, yaitu :
“Maha Berkat (Allah) Yang menurunkan al Furqon atas hambaNya (Muhammad) untuk menjadi ancaman bagi seluruh ummat manusia”.-
Maksudnya bahwa keberadaan al Quran yang diturunkan kepada Muhammad adalah merupakan pedoman untuk memilah dan memilih antara Kebenaran dengan Kebathilan, karena Allah telah menetapkan keberadaan ummat manusia didunia ini terbagi menjadi golongan kafir dan mukmin sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah at Taghobun ayat 2.

Read more: Pembeda Dalam Bentuk Peringatan

 

Peningkatan Dalam Ber-intiqod

Petunjuk Firman
Sesungguhnya dengan mentelaah secara seksama tentang berintiqod adalah cukup dan sangat jelas yang dalam pengertian umum adalah “mawas diri”, akan tetapi didalamnya terinci pengertian interospeksi, retrospeksi dan ekstrospeksi sebagaimana dikehendaki dalam Hukum Islam yang Allah tetapkan dalam al Quran surah al Hasyr ayat 18. Akan tetapi petunjuk yang menjadi pokok rincian ditetapkan dalam al Quran surah ar Rum ayat 8, yaitu :
“Adakah mereka belum pernah memikirkan tentang dalam diri mereka? Tidakkah Allah telah ciptakan langit-langit dan bumi ini dan segala apa yang diantara keduanya melainkan dengan yang benar dan ajal yang ditentukan? Dan (ketahuilah) sesungguhnya kebanyakan dari antara manusia itu dengan Hari Pertemuan kepada Robb  mereka niscaya sama kafir”.-
Ayat tersebut bertujuan untuk memberikan masukan kepada al fuad yaitu daya  kemampuan kerja otak untuk melakukan tugas analisa sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah an Nahl ayat 78. Dengan demikian akan mendapat pemilahan pokok yaitu :
a. Tentang keberadaan Yang Pencipta sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al An’am ayat 1 dan ayat 2.
b. Tentang keberadaan faktor luar dan faktor dalam, hal ini bukti adanya pernyataan alam kepada Yang Pencipta sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Fushilat ayat 11 dan ayat 12 serta sumpah ruh sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al A’rof ayat 172.
c. Tentang keberadaan Hari Pertanggungan jawab dihadapan Yang Pencipta sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Fatihah ayat 3.
Maka khususnya bagi manusia dalam hidup didunia ini dihadapkan dengan dua pilihan sesuai dengan fitrah kejadiannya yaitu sebaik-baik perilaku atau sejahat-jahat perilaku sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah at Tin ayat 4 dan ayat 5; Dari sinilah adanya perintah untuk melaksanakan intiqod atau mawas diri.
Rincian Intiqod
Adapun sebenarnya batas kemampuan berfikir manusia itu hanyalah sebatas ekzak sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah ar Rum ayat 7, maka untuk mengetahui keberadaan bagian yang lebih jauh dari ekzak yaitu abstrak, relatif abstrak dan absolute abstrak wajib dilandasi dengan :
a. Keterbukaan hatinya untuk menerima Islam sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah az Zumar ayat 22.
b. Kesediaan dirinya untuk melaksanakan tadabbur al Quran sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Muhammad ayat 24.
Kemudian dalam kaitannya dengan rincian intiqod, bagi yang faham terhadap liputan ad Din al Islam, baik dalam keterkaitannya dengan kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan serta petunjuk-petunjuknya, maka secara garis besar meliputi antara lain :
a. Dalam masalah kepribadian sehingga akan meliputi sifat, sikap dan perilaku; Dimaksudkan adalah sejauh mana pemahamannya terhadap petunjuk Allah dalam kepasrahan dirinya “menepati Kaidah Muhsin” sebagai hamba yang telah menerima Nur Islam, karena kepadaNya-lah akhir perjalanan manusia sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Luqman ayat 22.
b. Dalam masalah bertaqorrub ilallah; Dimaksudkan adalah menepati “Kaidah-Kaidah Hukum dari al Quran dan atau al Hadits Shohih” dalam hal ‘aqidah, akhlaq, ibadah dan mu’amalah sehingga akan senantiasa berkaca kepada seluruh perilaku Rasulullah saw untuk  mencapai maghfirah dari Allah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Ali Imron ayat 31 dan al Hajj ayat 67.
c. Dalam melaksanakan tugas keummatan; Dimaksudkan adalah meliputi dalam tata kehidupan berjama’ah bagi menepati kehidupan secara berukhuwah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Hujurot ayat 10 hingga kepada berbagai permasalahan yang berhubungan dengan ulu baqiyyah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Hud ayat 116 dan jihad sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Furqon ayat 52 mengingat bahwa lafadz ‘am dari kejadian Adam terkandung didalamnya bayan takhshish, artinya diperuntukkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah an Nur ayat 55.
Maka dengan mengambil beberapa rincian daripada intiqod tersebut, berarti perjalanan Muslim menjurus kepada maksud yang jelas dan tujuan yang pasti, yaitu ridlo menjemput janji Allah bagi terwujud Hukum Islam tegak atas ummat manusia sedunia dan memperoleh JanjiNya di Akherat yaitu Jannah.
Petunjuk Firman
Sesungguhnya dengan mentelaah secara seksama tentang berintiqod adalah cukup dan sangat jelas yang dalam pengertian umum adalah “mawas diri”, akan tetapi didalamnya terinci pengertian interospeksi, retrospeksi dan ekstrospeksi sebagaimana dikehendaki dalam Hukum Islam yang Allah tetapkan dalam al Quran surah al Hasyr ayat 18. Akan tetapi petunjuk yang menjadi pokok rincian ditetapkan dalam al Quran surah ar Rum ayat 8, yaitu :
“Adakah mereka belum pernah memikirkan tentang dalam diri mereka? Tidakkah Allah telah ciptakan langit-langit dan bumi ini dan segala apa yang diantara keduanya melainkan dengan yang benar dan ajal yang ditentukan? Dan (ketahuilah) sesungguhnya kebanyakan dari antara manusia itu dengan Hari Pertemuan kepada Robb  mereka niscaya sama kafir”.-

Read more: Peningkatan Dalam Ber-intiqod

   

Tidak Ada Istilah "Khilafiyah" Dalam Hal Furu'

Dalil Pokok Bahasan
Dengan mengadakan pentelaahan secara seksama berdasarkan Kaidah Ilmu Tafsir terhadap petunjuk firman dalam al Quran surah al Hajj ayat 67, sebagai berikut :
“Bagi tiap-tiap ummat (Rasul) telah Kami tetapkan sistem ibadah yang mereka (dituntut) melaksanakannya. Maka janganlah memperselisihkan dengan engkau (Muhammad) dalam urusan itu dan serulah kepada Robb engkau. Sesungguhnya engkau niscaya atas petunjuk yang lurus”.-
Kemudian firmanNya dalam al Quran surah al Hujurot ayat 7, yaitu :
“Dan ketahuilah bahwa ditengah-tengah kamu ada utusan Allah, kalau dia mentho’ati kepada kamu dalam kebanyakan daripada urusan, niscaya akan menyulitkan kamu sendiri. Tetapi Allah telah memberikan kecintaan kepadamu tentang iman dan Dia menghiaskannya dalam hati kamu sekalian dan Dia memberikan rasa kebencian kepadamu kekufuran, kefasiqkan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang benar”.-
Pembahasan
Dengan ayat-ayat sebagaimana tersebut dapat difaham menurut Kaidah Ilmu Tafsir, bahwa lafadz-lafadz yang berhubungan masalah ibadah khusus atau mahdlo yang berkedudukan sebagai furu’ yang menjadi pengamalan dari perintah ushul, maka disebut “lafadz mujmal” yang artinya ringkas, maksudnya adalah dalam sistem pelaksanaannya secara keseluruhannya telah dipandukan oleh Rasulullah Muhammad saw, oleh karena itu tidak dibenarkan berselisih dengan petunjuk yang telah diterangkan Rasulullah melalui Hadits-Haditsnya yang Shohih, antara lain adalah :
a. Hadits riwayat Ahmad dari jalan Anas berderajat Shohih, bahwa Rasulullah Muhammad saw telah bersabda :
“Idza- ka-na syai un min amri dun ya-kum fa antum a’lamu bihi, faidza ka-na min amri dinikum fa ilayya”.-
Artinya : “Apabila ada tentang sesuatu dari perkara keduniaan kamu, maka kamu sekalian lebih mengetahui dengannya. Maka apabila ada dari perkara Din bagi kamu sekalian maka kembalikan kepadaku”.-
b. Hadits riwayat Ibnu “Abdil Barr dan juga dikeluarkan oleh al Baihaqi dari jalan Mutholib bin Hanthob berderajat Shohih. Adalah Rasulullah saw telah bersabda :
“Ma- taraktu syai an min ma- amarakumulla-hu bihi illa waqod amartukum bihi. Wala- taraktu syai an min ma- naha-kumullah-hu ‘anhu illa- waqod nahaitukum ‘anhu”.-
Artinya : “Tiadalah aku tinggalkan sesuatu dari semua perintah Allah kepada kamu sekalian dengannya melainkan sungguh aku telah perintahkan kepadamu dengannya. Dan tiadalah aku tinggalkan sesuatu dari apa yang Allah cegah kepada kamu sekalian darinya, melainkan sungguh pasti aku telah cegah kamu sekalian darinya”.-
c. Hadits riwayat Ahmad dari jalan Abi Dzar berderajat Shohih, bahwa Rasulullah saw bersabda :
“La-yab’atsulla-hu ta’a-la nabiyyan illa- balaghoti qoumihi”.-
Artinya : “Allah Ta’la tidak akan mengutus seorang Nabi melainkan ia penyampai kepada kaumnya”.-
Dengan beberapa Hadits tersebut adalah memberikan pengertian bahwa suatu bukti seluruh yang berkaitan dengan masalah ibadah khusus atau ibadah mahdlo atau masalah Furu’ itu keseluruhannya telah diajarkan dan dicontohkan Rasulullah saw dan “TIDAK MUNGKIN” dalam hal tersebut ada yang tidak dituntunkan melalui Hadits-Haditsnya yang berderajat Shohih; Oleh karena itu bagi  mereka yang mengada-ada dengan alasan Hadits, maka tinggal meneliti tentang derajat Hadits tersebut tentang Shohih atau tidak, karena Kebenaran dalam masalah ibadah khusus itu hanya Rasulullah saw yang dikuasakan Allah sebagaimana dalam al Quran surah Ali Imron ayat 31.
Dalil Pokok Bahasan
Dengan mengadakan pentelaahan secara seksama berdasarkan Kaidah Ilmu Tafsir terhadap petunjuk firman dalam al Quran surah al Hajj ayat 67, sebagai berikut :
“Bagi tiap-tiap ummat (Rasul) telah Kami tetapkan sistem ibadah yang mereka (dituntut) melaksanakannya. Maka janganlah memperselisihkan dengan engkau (Muhammad) dalam urusan itu dan serulah kepada Robb engkau. Sesungguhnya engkau niscaya atas petunjuk yang lurus”.-
Kemudian firmanNya dalam al Quran surah al Hujurot ayat 7, yaitu :
“Dan ketahuilah bahwa ditengah-tengah kamu ada utusan Allah, kalau dia mentho’ati kepada kamu dalam kebanyakan daripada urusan, niscaya akan menyulitkan kamu sendiri. Tetapi Allah telah memberikan kecintaan kepadamu tentang iman dan Dia menghiaskannya dalam hati kamu sekalian dan Dia memberikan rasa kebencian kepadamu kekufuran, kefasiqkan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang benar”.-

Read more: Tidak Ada Istilah "Khilafiyah" Dalam Hal Furu'

   

Page 1 of 123

Move
-

Tafseer Qur'an

Top Headline

Dalil Pokok Bahwa sesungguhnya Allah telah menetapkan dalam al Quran surah al Furqon ayat 1, yaitu : “Maha Berkat (Allah) Yang menurunkan al Furqon atas hambaNya (Muhammad) untuk menjadi ancaman bagi seluruh ummat manusia”.- Maksudnya bahwa keberadaan al...

Read More...

Petunjuk Firman Sesungguhnya dengan mentelaah secara seksama tentang berintiqod adalah cukup dan sangat jelas yang dalam pengertian umum adalah “mawas diri”, akan tetapi didalamnya terinci pengertian interospeksi, retrospeksi dan ekstrospeksi sebagaimana dikehendaki...

Read More...

Dalil Pokok Bahasan Dengan mengadakan pentelaahan secara seksama berdasarkan Kaidah Ilmu Tafsir terhadap petunjuk firman dalam al Quran surah al Hajj ayat 67, sebagai berikut : “Bagi tiap-tiap ummat (Rasul) telah Kami tetapkan sistem ibadah yang mereka (dituntut)...

Read More...

Petunjuk Firman Termaktub Allah dalam al Quran surah al An’am ayat 80, yaitu : “Dan kaumnya membantah (-Ibrohim-), berkata (-Ibrohim-) :”Apakah kamu sekalian membantahku dalam perihal Allah, dan (padahal) sungguh Dia telah memimpinku? Dan tidaklah sekali-kali...

Read More...

Latest News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Latest Articles

  • Ujian Bagi Penuntut Ilmu Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan...
  • MUSLIM ADALAH SATU Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Contact Information

Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078

Site Counters

Visits today: 324
Visits yesterday: 392
Visits this month: 2624
Visits total: 16232
Max.daily visits: 581
Max.monthly visits: 7320
- occurred: 2014-5
Pages total: 78365
Data since: 2014-05-12
Banner
Banner
Banner
Banner

Who's Online

Saat ini ada 14 tamu online

Warning: strpos() [function.strpos]: Empty needle in /home/alulama/domains/al-ulama.net/public_html/components/com_joomlastats/joomlastats.inc.php on line 396

Warning: strpos() [function.strpos]: Empty needle in /home/alulama/domains/al-ulama.net/public_html/components/com_joomlastats/joomlastats.inc.php on line 458

Login Form