Monday, February 06, 2012
   
Text Size

Mengemban Amanah Islam

Moqoddimah

Mengamati dengan seksama petunjuk Firman Allah SWT antara lain:

I.Al Qur-an Surah Az-Zumar  Ayat 11-12

  Dalam hal ini dijelaskan terkait masalah motivasi atau yang melatar belakangi dalam Islam adalah terdapat pada dua lafadz penting yaitu :

a. Kemurnian Islam

b. Sifat kepeloporan

II. Al Qur-an Surah Al-Anfal Ayat 24

   Kemampuan memisahkan antara nafsu dengan hati dalam hal Ad-Dienul Islam kecuali masalah Dunia yang memang diperlukan nafsu untuk melayani manusia.

Dari kedua hal ini kita diperintahkan oleh Allah untuk menegakan Kalimah Tauhid dalam diri sebagaimana difirmankanNya dalam Al Qur-an Surah Fathir Ayat 10 dimana disebutkan syarat mendapat kan kemulian yaitu dengan meninggikan Kalimah Toyyibah dan Amal Sholeh, setelah kedua syarat itu diamalkan baru melaksanakan perintahNya antara lain:\

1. Al Qur-an Surah Al-Ankabut Ayat 49

    Memindahkan Al Qur-an ke hati agar menyatu antara Al Qur-an dengan Hikmahnya yang dipisahkan Malaikat Jibril di Baitul Izzah sebelum dikirimkan kepada Rasulullah dari Lauhil Mahfudz.

2. AL Qur-an Surah Ali-Imron Ayat 200

    Shobar dan Siaga dalam hal harta dan diri

3. Al Qur-an Surah At-Taubah Ayat 128

    Rasa peduli tanpa anarkisme dan brutalisme

Setelah demikian itu maka Allah memberikan Amanah Ad-Dien untuk diemban oleh hamba-hambaNya. 

Dalil Panduan
Dengan mengamati secara seksama dari petunjuk Al Qur-an Surah Al Baqoroh Ayat 208-209:

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah  kalian mengikuti langkah-langkah syaithon, sungguh dia (syaithon) itu bagi kalian adalah musuh yang nyata";"Maka jika kalian tergelincir dari sesudah apa yang datang pada kalian keterangan Kebenaran, maka ketahuilah bahwa Allah itu Yang Perkasa Yang Hakim".-

Pengertian

Dalam ayat-ayat tersebut yang utama untuk dipaham secara seksama adalah lafadz-lafadz mutlaq yang bermuatan petunjuk yang harus dipedomani, antara lain yaitu:

A. Lafadz "udkhulu fis silmi" ; Dalam hal ini dapat difahami antara lain adalah :
     1. Perintah keberadaan dalam wilayah Hukum Islam secara keseluruhan agar  memperoleh "Hidayah Nur Islam" yang mencerminkan rasa kepedulian yang mendalam terhadap kondisi Islam dan Muslim (Al Qur-an Surah At-Taubah Ayat 128).
     2. Perintah untuk dapat menepati "strategi Rasul" dalam mengemban amanah Islam (Al Qur-an Surah Al-Hujurot Ayat 7).
     3. Perintah memahami makna Islam dalam pengertian "As-Silmu atau Silmun" yang berarti "Yang Bersepakat atau Bentuk kesepakatan", yaitu merupakan langkah yang wajib dilaksanakan oleh "Ulama-Ulama" dengan melalui proses Tansiq (penyatuan hati) menuju bentuk kesepakatan yang disebut "Ulu Baqiyah"(orang-orang yang tersisa)(Al Qur-an Surah Hud Ayat 116).

B. Penunjukan "Al 'Ulama" adalah petunjuk yang diisyaratkan dalam Al Qur-an Surah Fathir Ayat 28 adalah wujud perintah yang tersirat dalam lafadz "syaro'alakum" pada Al Qur-an Surah Asy-Syuro Ayat 13, bahwa di sana adalah memberikan petunjuk tentang "al khowasy dan al 'arif", yang dengan itu Rasulullah mengisyaratkan bahwa al 'Ulama itu adalah pemegang amanah para Rasul (Hadits Shohih). Dan dari sana akan terbentuk dua bahagian pelaksana yaitu "Perancang dan Anshor" (Al Qur-an Surah Ash-Shof Ayat 14).

C. Lafadz "zalaltum" dimaksudkan adalah ketergelinciran dalam memahami Kebenaran akibat dari mengutamakan dalam menghadapi firqoh, ikhtilaf tersebut dalam Al Qur-an Surah Al An'am Ayat 159 dan ketiadaan rasa peduli terhadap "faktor sejarah", yaitu seolah-olah telah terjadi "Era Melupakan Masa Lalu" dan kemudian Muslimin merasa bangga dan penuh suka ria dalam keanekaragaman atau kemajemukan, sehingga kultur dan pola fikir Muslimin telah dipengaruhi oleh Imperialisme Eropa dan Barat pada umumnya (Al Qur-an Surah Ali-Imron Ayat 137).

Dengan pengertian dari pengambilan beberapa lafadz pokok dapat dipahami bahwa "Ciri dari keberadaan Hidayah Nur Islam" secara umum adalah berpangkal dari kepedulian yang dilaksanakan dalam bentuk "pengorbanan" yang harus difaham secara umum.

Pembahasan

Sebagaimana telah difaham bahwa petunjuk Al Qur-an telah menggambarkan perihal "Sejarah Perjalanan Masyarakat Manusia" adalah dari semenjak penurunan Nabi Nuh dengan dibekali Risalah yang berisikan Syari'at dan berlanjut kepada Nabi Muhammad dengan melalui proses pembaharuan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Isa tersebut dalam Al Qur-an Surah Asy-Syuro Ayat 13; Ini berarti bahwa ketetapan tentang "Ulu Baqiyyah itu hanya ada dalam Al Qur-an" dan tidak tersebut dalam Kitab-Kitab terdahulu.-

Oleh karena itu petunjuk Al Qur-an dalam hal ini :
a. Menggunakan "Kalimat Terurai" untuk menegaskan kedudukan Al Qur-an.
b. Menunjukan keberadaan "kalimat yang tersembunyi" dari perpaduan dua makna yang tersebut dalam ayat itu.

Inilah yang digambarkan dalam petunjuk Firman Allah Surah Al-Maidah Ayat 66, yaitu:

"Dan kalau sekiranya mereka menegakan Hkum Taurot  dan Injil dan segala apa yang diturunkan kepada mereka dari Robb mereka, niscaya mereka mendapat jaminan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Dari antara mereka yang ada terdiri dari golongan yang cermat dan sedangkan kebanyakan daripada mereka jahatlah apa yang mereka perbuat".-

Dimaksudkan adalah bahwa dua golonganm manusia yaitu golongan yang cermat (-phobia-) Al Qur-an Surah An-Nisa Ayat 91 dan golongan yang jahat perilaku (-hedonisme-) Al Qur-an Surah Ad-Dahr Ayat 27 adalah tidak menjadi persyaratan untuk memperoleh janji  pada ayat tersebut, akan tetapi "justru yang dikehendaki adalah keberadaan antara dua golongan itu", maka yang dimaksudkan adalah "Keberadaan Ulu Baqiyyah" sebagai tersebut pada ayat di atas, yang akan diberi kemampuan dalam menerima perintah untuk melaksanakan perjalanan menuju janji Allah melalui petunjuk menejemen Al Qur-an yang tersebut dalam Al Qur-an Surah Al-Furqon Ayat 52.

Dengan demikian maka  terwujud  Ulu Baqiyyah adalah dari peristiwa Tansiq (-hubungan hati-) yang sama-sama mempunyai keprihatinan bersama bagi membangun kembali masyarakat manusia, yang selama ini telah dan sedang diusahakan kehancurannya oleh kaum kafirin Ahli Kitab dan musyrikin pada umumnya Al Qur-an Surah Fushilat Ayat 26. Hal ini dapat dibuktikan antara lain:

1. Kafirin Ahli Kitab dan Musyrikin dari Uni Eropa pada khususnya dan Barat pada umumnya, mereka secara imnplisit (sepenuhnya) menolak universalisme watak manusia, sedangkan watak universal kemanusiaan adalah topik utama Al Qur-an yang tersebut dalam AL Qur-an Surah Al-MAidah Ayat 32. Sehingga mereka berupaya untuk    menghancurkan tatanan, ekonomi, generasi dan perempuan Al Qur-an Surah Al-Baqoroh Ayat 204-206.

2. Globalisasi yang mereka program secara mendunia, dalam kenyataan sekarang telah berdampak negatif terhadap masyarakat manusia dan kemanusiaan, yaitu berupa kecemasan dan depresi yang terjadi secara bergantian atau bersamaan, kemudian perilaku seksual bebas dan berbagai bentuk kehidupan yang serba spekulatif Al Qur-an Surah An-Nahl Ayat 107.

3. Bagi Islam dan  Ummat Muslim sekarang berada dalam "Era Melupakan Masa Lalu", sebagai pengaruh dari imperialisme Eropa dan Barat pada umumnya. Sehingga ummat Islam disamping telha melupakan sejarah, maka juga telah lebih cenderung sdan bersuka ria dengan keadaan yang serba penuh kemajemukan atau keanekaragaman (Al Qur-an Surah Ad-Dahr Ayat 27).

Oleh karena itu dengan keberadaan Ulu Baqiyyah inilah yang merupakan imbrio menuju pembentukan kesepakatan Islam dunia, untuk menyambut Daulah Islam Mendunia yang telah dijanjikan Allah secara pasti.-
Comments
Add New Search RSS
siti sopiah 30-07-2010 00:15:03

saya sangat bahagia sekali karena ada mukadimah al-qur'an
nury 01-08-2010 03:27:49

:cheer
syukron atas semua penjelasan nya.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B)
:evil::silly::dry::lol::kiss:
:D:pinch::(:shock::X
:side::):P:unsure::woohoo:
:huh::whistle:;):s:!:
:?::idea::arrow:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Latest News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Latest Articles

  • MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH"  berasal dari perkataan " 'ADDUN" , "  'ADADUN"  yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
  • Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Contact Information

Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078

Site Counters

Visits today: 40
Visits yesterday: 50
Visits this month: 331
Visits total: 4944
Max.daily visits: 108
Max.monthly visits: 2442
- occurred: 2011-12
Pages total: 68065
Data since: 2011-12-01
Banner
Banner
Banner
Banner

Who's Online

Saat ini ada 1 tamu online

Login Form