Muqoddimah
Mengamati terhadap dalil Al Qur-an Surah Al-Maidah Ayat 66 disana terdapat lafadz "wa maa unzila ilaika mirrobbihim" yaitu tentang penurunan Al Qur-an dari Robb yang tidak disebutkan secara jelas lafadz Al Qur-annya sedangkan lafadz sebelumnya disebutkan dengan jelas akan keberadaan Injil dan Taurot maka dengan tidak disebutkannya lafadz Al Qur-an secara jelas maka berarti memiliki makna bahwa Al Qur-an adalah Mutlaq dimana kemutlaqkannya dijelaskan antara lain :
1. Al Qur-an Surah Ali-Imron Ayat 138 yaitu tentang Keberadaannya yang Mutlaq sebagai pengganti kitab-kitab terdahulu.
2. Al Qur-an Surah Al-An'am Ayat 153 yaitu tentang Kemutlaqkannya sebagai Jalan yang lurus.
3. Al-Qur-an Surah Al-Anbiya` Ayat 106 yaitu tentang Kemutlaqkannya sebagai Perangkat yang lengkap.
4. Al Qur-an Surah Al-Jatsiyah Ayat 20 yaitu tentang Kemutlaqkannya sebagai Norma Hukum dalam mengatur kehidupan masyarakat manusia.
Dengan yang tersebut, manakala manusia telah mengabaikan Kemutlaqkan Al Qur-an tersebut (Qs. Al-Furqon : 30) maka manusia mengalami "De-Humanisasi" (Qs. Al-Jatsiyah : 23-24). Manusia yang mengalami de-humanisasi tersebut adalah manusia "Humanisme Sekuler" (Qs. Ad-Dahr : 27) yaitu mengaku orang Islam tetapi hidupnya di sisi Allah sia-sia dikarenakan sifat mendewa-dewakan terhadap :
a. Personalitas atau syirik uluhiyah.
b. kekuatan atau syirik sifat.
c. Rasionalitas.
d. Relativitas.
Sehingga yang perlu menjadi pokok acuan untuk menjadikan Kemutlaqkan Al Qur-an adalah proses memasukkan Al Qur-an ke dalam Qolbu yaitu tak lain dan tak bukan dengan "Aktvitas Tadabbur".-
Dalil Panduan
Dengan mengamati terhadap petunjuk firmanNya dalam Al Qur-an Surah Muhammad Ayat 24, yaitu:
"Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al Qur-an, apakahn atas hati mereka ada tutup-tutupnya?";"Sesungguhnya orang-orang yang mundur kebelakang mereka dari sesudah terang petunjuk bagi mereka, maka syaithon membujuk (untuk melakukan perbuatan dosa) kepada mereka dan memanjangkan angan-angan kepada mereka".-
Telaah dan Bahats
Ayat-ayat tersebut adalah berhubungan erat dengan berbagai fitnah yang dilontarkan oleh kafirin dari Ahli Kitab (Keuskupan Vatikan Roma) dan orang-orang Musyrik (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Sedangkan disatu sisi Allah telah memberikan ketetapan bahwa Mukmin diperintah Allah untuk mengatasi persoalan fitnah tersebut dengan melalui antara lain :
A. Kesadaran dalam kebersamaan bagi terwujud Ulu Baqiyyah (Qs.Hud : 116), yaitu "kelompok sisa" yang diistilahkan oleh Rasulullah saw yaitu "Al Ghuroba" (Hadits Shohih), yang hatinya saling terpaut untuk menepati seruan Allah dan RasulNya menuju cita dan citra Islam (Qs.Al-Anfal : 24).
B. Kesadaran dalam kesetiaannya mengikuti kebersamaan dengan orang-orang yang menyeru dan mendambakan keridloan Allah (Qs.Al-Kahfi : 28), yang dengan itu tidak akan terpancing oleh bujuk rayu program Ahli KItab dan Musyrikin (Qs. Al-Baqoroh : 204-206).
C. Kesadaran dalam meng-infaq-kan harta, karena inilah suatu kehormatan yang ditetapkan atas Muslim (Qs. Al-Baqoroh : 261) dan menyerahkan keberadaan dirinya untuk program Islam (Qs. At-Taghobun : 17) dalam upaya mengatasi pengorbanan materi dari kafirin yang berusaha menghancurkan Dunia Islam dan Muslim (Qs. Al-Anfal : 36).-
Dengan mengambil beberapa pokok petunjuk seperti yang tersebut, bila hal ini diabaikan oleh Ummat Muslim dan bahkan tidak mau mengerti, maka secara konkrit dapat dibuktikan antara lain :
1. Berbagai buku yang berisi ide-ide tentang modernisme dalam kenyataannya telah memenuhi dan memadati Perpustakaan-Perpustakaan besar (Qs. Az-Zukhruf : 36).
2. Dalam kenyataan pada era mellinium tiga abad 21, telah dan sedang bermunculan "berbagai bentuk kegemaran yang mengejutkan", yaitu berpola kepada filsafat Yunani yang "nota bene" mengaburkan pandangan Ummat Islam terhadap Al Qur-an (Qs. Al-Furqon : 30); Dan hal ini dapat berakibat "Ummat Islam hanya berfikir dalam rumah saja".
3. Kemudian juga dalam periode sekarang yang pada umumnya mengatakan periode kemajuan muttakhir yang canggih, tetapi kenyataannya dalam kehidupan kaum awwam, bahwa "ras manusia yang terus-menerus tak punya rumah dan sebagai pengembara", sebagai akiabat dari pengaruh peradaban imperial.-
Kesemua tersebut adalah tidak mungkin dapat diatasi oleh Muslim tanpa melalui proses tadabbur Al Qur-an dengan kaidah keilmuannya secara terus-menerus, karena bila tidak demikian maka secara lambat tetapi pasti akan kehilangan nyali dan selangkah demi selangkah akan menuju kehancuran, lantaran bermunculan berbagai perselisihan faham (Qs. An-Nisa : 82) yang dapat memunculkan sifat-sifat antara lain :
1. Sceptisisme yaitu sikap tidak peduli terhadap Kebenaran (Qs. Al-Anfal : 21-23).
2. Agnotisisme yaitu sikap sceptisisme disertai permusuhannya terhadap Kebenaran dan orang-orang yang dijalanNya (Qs. Al-Anfal : 47).
3. Eklektisisme yaitu sikap yang hanya memakai fikiran manusia kebanyakan atau tokoh-tokoh terkenal tanpa disertai dalil Qur-an dan atau Hadits yang Shohih sebagai pedoman hidup (Qs. Al-An'am : 116).
4. Logika yaitu sikap yang disebabkan oleh hukum sebab-akibat sehingga pandangannya materialistik atau materialistik dialektik atau disebut dengan faham atheis (Qs. Al-Jatsiyah : 24-25).
Akan tetapi Allah telah menetapkan janjiNya yang pasti untuk menegakkan Hukum Islam secara Mutlaq atas KehendakNya dan KekuasaanNya (Qs. At-Taubah : 33), berarti yang bertadabbur Al-Qur-an itu adalah hamba-hamba Allah yang mendambakan dirinya untuk sebagai saksi di sisi Allah sebagaimana doa yang dituntukan Allah dalam Al Qur-an Surah Ali-Imron Ayat 53.
Mengamati terhadap dalil Al Qur-an Surah Al-Maidah Ayat 66 disana terdapat lafadz "wa maa unzila ilaika mirrobbihim" yaitu tentang penurunan Al Qur-an dari Robb yang tidak disebutkan secara jelas lafadz Al Qur-annya sedangkan lafadz sebelumnya disebutkan dengan jelas akan keberadaan Injil dan Taurot maka dengan tidak disebutkannya lafadz Al Qur-an secara jelas maka berarti memiliki makna bahwa Al Qur-an adalah Mutlaq dimana kemutlaqkannya dijelaskan antara lain :
1. Al Qur-an Surah Ali-Imron Ayat 138 yaitu tentang Keberadaannya yang Mutlaq sebagai pengganti kitab-kitab terdahulu.
2. Al Qur-an Surah Al-An'am Ayat 153 yaitu tentang Kemutlaqkannya sebagai Jalan yang lurus.
3. Al-Qur-an Surah Al-Anbiya` Ayat 106 yaitu tentang Kemutlaqkannya sebagai Perangkat yang lengkap.
4. Al Qur-an Surah Al-Jatsiyah Ayat 20 yaitu tentang Kemutlaqkannya sebagai Norma Hukum dalam mengatur kehidupan masyarakat manusia.
Dengan yang tersebut, manakala manusia telah mengabaikan Kemutlaqkan Al Qur-an tersebut (Qs. Al-Furqon : 30) maka manusia mengalami "De-Humanisasi" (Qs. Al-Jatsiyah : 23-24). Manusia yang mengalami de-humanisasi tersebut adalah manusia "Humanisme Sekuler" (Qs. Ad-Dahr : 27) yaitu mengaku orang Islam tetapi hidupnya di sisi Allah sia-sia dikarenakan sifat mendewa-dewakan terhadap :
a. Personalitas atau syirik uluhiyah.
b. kekuatan atau syirik sifat.
c. Rasionalitas.
d. Relativitas.
Sehingga yang perlu menjadi pokok acuan untuk menjadikan Kemutlaqkan Al Qur-an adalah proses memasukkan Al Qur-an ke dalam Qolbu yaitu tak lain dan tak bukan dengan "Aktvitas Tadabbur".-
Dalil Panduan
Dengan mengamati terhadap petunjuk firmanNya dalam Al Qur-an Surah Muhammad Ayat 24, yaitu:
"Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al Qur-an, apakahn atas hati mereka ada tutup-tutupnya?";"Sesungguhnya orang-orang yang mundur kebelakang mereka dari sesudah terang petunjuk bagi mereka, maka syaithon membujuk (untuk melakukan perbuatan dosa) kepada mereka dan memanjangkan angan-angan kepada mereka".-
Telaah dan Bahats
Ayat-ayat tersebut adalah berhubungan erat dengan berbagai fitnah yang dilontarkan oleh kafirin dari Ahli Kitab (Keuskupan Vatikan Roma) dan orang-orang Musyrik (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Sedangkan disatu sisi Allah telah memberikan ketetapan bahwa Mukmin diperintah Allah untuk mengatasi persoalan fitnah tersebut dengan melalui antara lain :
A. Kesadaran dalam kebersamaan bagi terwujud Ulu Baqiyyah (Qs.Hud : 116), yaitu "kelompok sisa" yang diistilahkan oleh Rasulullah saw yaitu "Al Ghuroba" (Hadits Shohih), yang hatinya saling terpaut untuk menepati seruan Allah dan RasulNya menuju cita dan citra Islam (Qs.Al-Anfal : 24).
B. Kesadaran dalam kesetiaannya mengikuti kebersamaan dengan orang-orang yang menyeru dan mendambakan keridloan Allah (Qs.Al-Kahfi : 28), yang dengan itu tidak akan terpancing oleh bujuk rayu program Ahli KItab dan Musyrikin (Qs. Al-Baqoroh : 204-206).
C. Kesadaran dalam meng-infaq-kan harta, karena inilah suatu kehormatan yang ditetapkan atas Muslim (Qs. Al-Baqoroh : 261) dan menyerahkan keberadaan dirinya untuk program Islam (Qs. At-Taghobun : 17) dalam upaya mengatasi pengorbanan materi dari kafirin yang berusaha menghancurkan Dunia Islam dan Muslim (Qs. Al-Anfal : 36).-
Dengan mengambil beberapa pokok petunjuk seperti yang tersebut, bila hal ini diabaikan oleh Ummat Muslim dan bahkan tidak mau mengerti, maka secara konkrit dapat dibuktikan antara lain :
1. Berbagai buku yang berisi ide-ide tentang modernisme dalam kenyataannya telah memenuhi dan memadati Perpustakaan-Perpustakaan besar (Qs. Az-Zukhruf : 36).
2. Dalam kenyataan pada era mellinium tiga abad 21, telah dan sedang bermunculan "berbagai bentuk kegemaran yang mengejutkan", yaitu berpola kepada filsafat Yunani yang "nota bene" mengaburkan pandangan Ummat Islam terhadap Al Qur-an (Qs. Al-Furqon : 30); Dan hal ini dapat berakibat "Ummat Islam hanya berfikir dalam rumah saja".
3. Kemudian juga dalam periode sekarang yang pada umumnya mengatakan periode kemajuan muttakhir yang canggih, tetapi kenyataannya dalam kehidupan kaum awwam, bahwa "ras manusia yang terus-menerus tak punya rumah dan sebagai pengembara", sebagai akiabat dari pengaruh peradaban imperial.-
Kesemua tersebut adalah tidak mungkin dapat diatasi oleh Muslim tanpa melalui proses tadabbur Al Qur-an dengan kaidah keilmuannya secara terus-menerus, karena bila tidak demikian maka secara lambat tetapi pasti akan kehilangan nyali dan selangkah demi selangkah akan menuju kehancuran, lantaran bermunculan berbagai perselisihan faham (Qs. An-Nisa : 82) yang dapat memunculkan sifat-sifat antara lain :
1. Sceptisisme yaitu sikap tidak peduli terhadap Kebenaran (Qs. Al-Anfal : 21-23).
2. Agnotisisme yaitu sikap sceptisisme disertai permusuhannya terhadap Kebenaran dan orang-orang yang dijalanNya (Qs. Al-Anfal : 47).
3. Eklektisisme yaitu sikap yang hanya memakai fikiran manusia kebanyakan atau tokoh-tokoh terkenal tanpa disertai dalil Qur-an dan atau Hadits yang Shohih sebagai pedoman hidup (Qs. Al-An'am : 116).
4. Logika yaitu sikap yang disebabkan oleh hukum sebab-akibat sehingga pandangannya materialistik atau materialistik dialektik atau disebut dengan faham atheis (Qs. Al-Jatsiyah : 24-25).
Akan tetapi Allah telah menetapkan janjiNya yang pasti untuk menegakkan Hukum Islam secara Mutlaq atas KehendakNya dan KekuasaanNya (Qs. At-Taubah : 33), berarti yang bertadabbur Al-Qur-an itu adalah hamba-hamba Allah yang mendambakan dirinya untuk sebagai saksi di sisi Allah sebagaimana doa yang dituntukan Allah dalam Al Qur-an Surah Ali-Imron Ayat 53.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Latest News
-
Terkait Penghancuran Masjid Al I Ikhlas, Korban Kekerasan & Penculikan Oknum Aparat mengadu ke POLDA SUMUT Rabu, 5 Oktober 2011, Sekitar 15 orang perwakilan dari Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid Al Ikhlas, Jl Timor Medan bersama Tim Pembela...
-
Konspirasi di balik fatwa MUI : Vaksin Imunisasi halal dan baik! Ada catatan penting yang tertinggal pasca Aksi dan Orasi Stop Vaksin yang diadakan oleh Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-pada hari...
- 1
- 2
- 3
- 4
Latest Articles
-
MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH"Â berasal dari perkataan " 'ADDUN" , "Â 'ADADUN"Â yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
-
Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
- 1
- 2
- 3
- 4
Contact Information
Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Site Counters
| Visits today: | 37 |
| Visits yesterday: | 50 |
| Visits this month: | 328 |
| Visits total: | 4941 |
| Max.daily visits: | 108 |
| Max.monthly visits: | 2442 |
| - occurred: | 2011-12 |
| Pages total: | 68011 |
| Data since: | 2011-12-01 |














