Petunjuk Al Qur-an
Dalam melaksanakan tugas bagi kepentingan pembangunan ummat, Allah telah menetapkan bahwa Al Qur-an adalah “bekalan yang meliputi dan memadai” [qa106s21=al anbiya]. Akan tetapi memerlukan faktor pemahaman secara baik dan benar melalui proses tadabbur [qa82s4=an nisa], karena Al Qur-an adalah satu-satunya jalan muthlaq [qa153s6=al an’am] bagi menjelaskan betapa faktor Ad-Din wajib dipelihara kebersihannya dari pengendalian campur tangan nafsu manusia[qa3s39=az zumar]. Manakala hal tersebut telah jelas difahami dan dihayati, maka Allah memberikan “satu garapan” yang wajib menjadi perhatian para muttabi’ur rasul yang mendambakan keredlaan Allah, seperti diterangkan dalam Surah Ar Ra’du 11 sebagai berikut:
“Bagi (tiap diri pribadi) nya ada pengiring dari sebelah depannya dan dari belakangnya, mereka menjaga-nya dari sebab perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah segala apa (yang terjadi) dengan suatu kaum, sehingga mereka akan merubah segala apa ( yang terjadi) dengan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menginginkan keburukan terjadi dengan suatu kaum, maka tidak akan dapat menolak bagi mereka, dan tiadalah bagi mereka pelindung dari selain-Nya”.-
Analisa Dalil
Ayat tersebut dalam kaidah Ilmu disebut “Lazim Khabar atau Lazim Faidah”, maksudnya memerlukan rincian, oleh karena itu secara petunjuk hukum, maka ayat tersebut terbagi:
A. Khabar Idh-harudl dlo’fu, yaitu yang memberikan pengertian tentang kelemahan diri seseorang dalam berupaya pendekatannya kepada kaidah Ad-Din bagi kepentingan pengabdian, bahwa pada bagian awal ayat ditunjukkan tentang keberadaan tiap individu dalam penjagaan dan pengawasan Malaikat dalam kiprahnya sebagai makhluq sosial bagi menjawab Sunnatullah tentang keberadaan ummat manusia [qa1s4=an nisa].-
B. Khabar Idh harut tahsir, yaitu yang memberikan pengertian kesedihan dalam berbagai masalah yang berkaitan dengan berbagai kejadian dalam tatanan kehidupan bermasyarakat [qa112s16=an nahl].-
Oleh karena itu Sunnatullah telah memberikan gambaran yang jelas bahwa manusia sebagai makhluq sosial disadari atau tidak disadari telah berada dalam kondisi berbangsa-bangsa dan berqabilah-qabilah sehingga terjadi tindakan berinteraksi, dan disanalah Allah meletakkan “kaidah kemanusiaan” bagi yang memahami terhadap tanggung jawab keummatan [qa13s49=al hujurat], dan dari sanalah pula dapat kelihatan bahwa manusia itu terbagi antara “kafir dan mukmin” yang antara keduanya terjadi “antagonisme” [qa2s64=at taghobun]. Maka Malaikat ditugaskan Allah untuk menilai terhadap seluruh perilaku manusia, sebagaimana diterangkan dalam Surah Infithar 10-11 (qa10-11s82) sebagai berikut:
“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya bagi kamu ada Malaikat yang mengawasi pekerjaan kamu”; ”Yang mulia disisi Allah dan ditugaskan sebagai pencatat seluruh perbuatan kamu”.-
Maksud Dalil
Bahwa sesungguhnya berbagai kejadian buruk yang dialami dalam kehidupan masyarakat manusia, bahkan sampai berdampak kepada alam lingkungan hidupnya, adalah akibat dari ulah manusia itu sendiri karena terjadi sifat antagonistik dalam melaksanakan sistem kehidupan mereka, sebagaimana disebutkan dalam Surah Ar Rum 41, yaitu:
“Telah nyata-nyata kerusakan di daratan dan di lautan dengan sebab usaha tangan manusia, (hal tersebut terjadi) supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian yang mereka telah kerjakan, mudah-mudahan mereka kembali (kepada Kebenaran).-
Pembahasan
Perjalanan kerusakan tersebut akan terus berlanjut sampai terjadi berbagai tragedi yang menyedihkan di berbagai lapisan kehidupan masyarakat manusia, menuju munculnya berbagai kebimbangan terhadap Kebenaran Dinullah; Maka di sanalah Allah meletakkan “lahan subur” bagi yang mau menerima panggilan Allah sebagaimana ditetapkan dalam al Qur-an Surah Al Baqarah 214, yaitu:
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk al Jannah, padahal belum pernah datang kepada kamu (cobaan yang memilukan) seumpama pada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? (Yaitu) telah menimpa kepada mereka berbagai malapetaka dan kesengsaraan dan mereka digoncangkan. Sehingga berkata Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ”Kapankah datang pertolongan Allah?”. Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu sudah dekat!”.-
Oleh karena itu dalam mengawali perjalanan “menyambut panggilan Allah” yaitu menepati kaidah jihad dan kaidah shabar [qa142s3=ali imron] sangat diperlukan kemampuan untuk mengadakan pertimbangan psikologis terhadap dua faktor, yaitu faktor nafsu dan faktor hati [qa24s8=al anfal]. Apabila permasalahan tersebut telah terjawab dengan benar, maka untuk selanjutnya memahami terhadap “arah daripada jalur-jalur pokok yang ditetapkan oleh Al Qur-an”, antara lain adalah:
Pertama
Memahami terhadap makna Sejarah yang disebutkan dalam ayat-ayat Tarikhiyah, antara lain difirmankan dalam Surah Yusuf 111, yaitu:
“Sungguh pasti adalah dalam kisah-kisah mereka itu sebagai i’tibar (pelajaran) bagi mereka yang mempunyai Lubb”.-
Kedua
Dituntut untuk memahami terhadap menejemen Al Qur-an, karena setiap langkah perjalanan sangat dituntut penyesuaiannya dengan petunjuk Al Qur-an dan tanpa dimasuki oleh rekayasa fikiran, sebagaimana tersebut dalam Surah Al Furqon 52, yaitu:
“Maka janganlah kamu mentha’ati orang-orang kafir, dan berjihadlah menghadapi mereka dengan petunjuk Al Qur-an secara jihad yang besar”.-
Ketiga
Berupaya secara bersungguh-sungguh dalam mengimbangi “Aliansi” [qa14s59=al hasyr] dengan “Tansiq” [qa10s49=al hujurat], kemudian membangun kemitraan dengan meletakkan “falsafah moral Tauhid” [qa12 s5=al maidah], yang diikuti dengan berbagai tindak perilaku yang bersifat antisipatif.[qa34s41=fushilat].-
Keempat
Membangun keteguhan jiwa dengan keshabaran dan kesiagaan serta ketaqwaan [qa200s3=ali imron], yang berlanjut dengan sosialisasi Al Qur-an [qa85s28=al qoshosh].-
Manakala perjalanan dilaksanakan dengan menepati jalur-jalur yang ditetapkan Al Qur-an maka sudah pasti ketetapan ”nashrun minallahi wa fathun qorib” akan terjadi.-
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Latest News
-
Aliran Sesat, Kenali, Jauhi, dan Perangi Dalam setiap rakaat sholat, kita diwajibkan membaca Surah al Fatihah, dimana diantara ayatnya ada do’a yang selalu kita panjatkan untuk dijauhkan dari...
-
Tanggapan Audiensi Panitia di Wilayah Sumsel Untuk melaksanakan salah satu amanah hasil keputusan Musyawarah Pleno ke VI DP3MU, maka Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu melakukan audiensi ke...
- 1
- 2
- 3
- 4
Latest Articles
-
PERBEDAAN YAHUDI DENGAN ISRAIL Para ahli ilmu tentu sudah memahami perbedaan dua kata ini, yahudi dengan Israil. Namun semoga ada manfaatnya bagi yang belum mengetahui hal ini. Sekadar...
-
ISLAM TIADA PERNAH MEMAKSA Dalil Petunjuk : Mempelajari petunjuk wahyu Allah dalam Surah Al Baqarah 256, yaitu: لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ...
- 1
- 2
- 3
- 4
Contact Information
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Site Counters
| Visits today: | 48 |
| Visits yesterday: | 73 |
| Visits this month: | 254 |
| Visits total: | 41359 |
| Max.daily visits: | 228 |
| Max.monthly visits: | 3460 |
| - occurred: | 2010-6 |
| Pages total: | 252077 |
| Data since: | 2009-07-02 |















