Monday, February 06, 2012
   
Text Size

Pengajaran Dari Allah

Peringatan al Quran

Dengan memahami terhadap petunjuk al Quran surah Ali Imron ayat 100 dan 101, yaitu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ (١٠٠)وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (١٠١)

”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, Padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (din) Allah, Maka Sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”.


Analisa

Dalam ayat pertama terdapat ”In” yang menunjukan kepada akibat atau resiko, yaitu ”dengan sadar menutup diri dari Kebenaran lantaran cinta keduniaan” (al Quran surah Ibrahim ayat 3), dikarenakan faktor sosiologik yang dibuat oleh kaum Dahriyah (al Quran surah ad Dahr ayat 27). Inilah yang diistilahkan mengalami krisis manusia modern yang disebut ”Hedonisme Intellectual”.

Kemudian dalam kalimat ”fari-qon minalladzi-na u-tul Kitab” adalah menunjukkan keberadaan satu golongan Ahli Kitab yang ”yang memilih sabilal ghoyyi” (al Quran surah al A’rof ayat 146), yaitu yang diterangkan al Quran dengan istilah ”Jibti dan Thaghut” (al Quran surah an Nisa ayat 51 dan ayat 52).

Dengan yang tersebut maka dalam kalimat ”wa man ya’tashim billah” paling kurang mempunyai empat pemahaman yang terkait  dengan tugas, yaitu :

  1. Aktivitas tadabbur al Quran secara baik dan benar (al Quran surah an Nisa ayat 82).
  2. Mengupayakan kemampuannya untuk menjadi ”Ulu Baqiyyah” (al Quran surah Hud ayat 116), dimaksudkan adalah faham perihal keutamaan sebagai al ’Ulama (al Quran surah Fathir ayat 28), yang tidak gampang terkecoh oleh transaksi duniawiyah (al Quran surah an Nur ayat 37). Untuk itu sangat dianjurkan aktivitas diri melaksanakan amalan intiqod atau mawas diri (al Quran surah al Hasyr ayat 18).
  3. Dituntut kemampuannya untuk meletakkan dirinya pada ”sabilillah” sesuai dengan pola strategi atas dasar menejemen al Quran (al Quran surah al Furqon ayat 52), yang dalam wujud nyatanya telah dipandukan oleh Allah dan RasulNya (al Quran surah al An’am ayat153).
  4. Kemampuan dalam beristiqomah, karena hal tersebut merupakan petunjuk utama bagi yang faham terhadap  makna al Asma-ul Husna (al Quran surah Fushilat ayat 30 sampai dengan ayat 32).

Oleh karena itu bagi hamba Allah yang beriman, hukumnya wajib untuk mengikuti syari’at atau minhaj atau sabil atau sistem atau metode operasional yang ditetapkan Allah atas RasulNya,  sebagaimana telah ditetapkan Allah dalam al Quran surah al Jatsiyah ayat 18, sebagai berikut :

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ (١٨)

”Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (ad Din), maka ikutilah (syari’at) itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”.

Pembahasan

Bahwa sesungguhnya ciri utama orang yang beriman itu adalah senantiasa menempatkan dirinya menurut ”Kaidah Mukmin”, yaitu istilah satu kata dengan perbuatan dalam wujud jawaban ”sami’na wa atho’na” (al Quran surah an Nur ayat 51).

Dengan demikian akan merupakan ”furqon atau pembeda” yang akan memandu kepada suatu bentuk sikap toleransi aktif, artinya dalam bentuk-bentuk yang dibenarkan oleh ad Din (al Quran surah Fushilat ayat 34). Maka dari hal tersebut akan dapat melihat ”faktor X dibalik fakta” yang mampu mendorong kewaspadaan  diri menghadapi  pola sistem kaum kafir-munafiq yang senantiasa berusaha merusak kemapanan dalam perjalanan hidup manusia dan kemanusiaan, karena mereka adalah dinyatakan Allah sebagai ”sejahat-jahat musuh” sebagaimana diterangkan di dalam al Quran surah al Baqoroh ayat 204 sampai dengan ayat 206.

Comments
Add New Search RSS
Anonymous 27-05-2010 16:21:25


Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B)
:evil::silly::dry::lol::kiss:
:D:pinch::(:shock::X
:side::):P:unsure::woohoo:
:huh::whistle:;):s:!:
:?::idea::arrow:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Latest News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Latest Articles

  • MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH"  berasal dari perkataan " 'ADDUN" , "  'ADADUN"  yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
  • Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Contact Information

Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078

Site Counters

Visits today: 40
Visits yesterday: 50
Visits this month: 331
Visits total: 4944
Max.daily visits: 108
Max.monthly visits: 2442
- occurred: 2011-12
Pages total: 68062
Data since: 2011-12-01
Banner
Banner
Banner
Banner

Who's Online

Saat ini ada 1 tamu online

Login Form