Petunjuk Al Qur-an
Dalam melaksanakan tugas bagi kepentingan pembangunan umat, Allah telah menetapkan bahwa Al Qur-an adalah “bekalan yang meliputi dan memadaiâ€[Qs Al Anbiya :106].
Ø¥Ùنَّ ÙÙÙŠ هَذَا لَبَلاغًا Ù„ÙÙ‚ÙŽÙˆÙ’Ù…Ù Ø¹ÙŽØ§Ø¨ÙØ¯Ùينَ (Ù¡Ù Ù¦)
Sesungguhnya dalam (Al Qur'an) ini, benar-benar menjadi bekalan yang meliputi bagi kaum yang menyembah (Allah).
Akan tetapi memerlukan faktor pemahaman secara baik dan benar melalui proses tadabbur[Qs An Nisa : 82]
Ø£ÙŽÙَلا يَتَدَبَّرÙونَ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’آنَ وَلَوْ كَانَ Ù…Ùنْ عÙنْد٠غَيْر٠اللَّه٠لَوَجَدÙوا ÙÙيه٠اخْتÙلاÙًا ÙƒÙŽØ«Ùيرًا (٨٢)
Maka Apakah mereka tidak mentadabburi Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
karena Al Qur-an adalah satu-satunya jalan mutlak[Qs Al An’am : 153]
وَأَنَّ هَذَا ØµÙØ±ÙŽØ§Ø·ÙÙŠ Ù…ÙØ³Ù’تَقÙيمًا ÙÙŽØ§ØªÙ‘ÙŽØ¨ÙØ¹Ùوه٠وَلا ØªÙŽØªÙ‘ÙŽØ¨ÙØ¹Ùوا Ø§Ù„Ø³Ù‘ÙØ¨ÙÙ„ÙŽ ÙَتَÙَرَّقَ بÙÙƒÙمْ عَنْ سَبÙيلÙه٠ذَلÙÙƒÙمْ وَصَّاكÙمْ بÙه٠لَعَلَّكÙمْ تَتَّقÙونَ (١٥٣)
Dan bahwa (Al Qur'an ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
bagi menjelaskan betapa faktor Ad-Din wajib dipelihara kebersihannya dari pengendalian campur tangan nafsu manusia[Qs Az Zumar : 3].
أَلا Ù„Ùلَّه٠الدÙÙ‘ÙŠÙ†Ù Ø§Ù„Ù’Ø®ÙŽØ§Ù„ÙØµÙ وَالَّذÙينَ اتَّخَذÙوا Ù…Ùنْ دÙونÙه٠أَوْلÙيَاءَ مَا Ù†ÙŽØ¹Ù’Ø¨ÙØ¯ÙÙ‡Ùمْ Ø¥Ùلا Ù„ÙÙŠÙقَرÙّبÙونَا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ اللَّه٠زÙلْÙÙŽÙ‰ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ ÙŠÙŽØÙ’ÙƒÙم٠بَيْنَهÙمْ ÙÙÙŠ مَا Ù‡Ùمْ ÙÙيه٠يَخْتَلÙÙÙونَ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ لا يَهْدÙÙŠ مَنْ Ù‡ÙÙˆÙŽ ÙƒÙŽØ§Ø°ÙØ¨ÙŒ ÙƒÙŽÙَّارٌ (Ù£)
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah dien  yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
Manakala hal tersebut telah jelas difaham dan dihayati,maka Allah memberikan “satu garapan†yang wajib menjadi perhatian para muttabi’ur rasul yang mendambakan keredlaan Allah,seperti diterangkan dalam Surah Ar Ra’du 11 sebagai berikut:
Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù…ÙØ¹ÙŽÙ‚Ùّبَاتٌ Ù…Ùنْ بَيْن٠يَدَيْه٠وَمÙنْ خَلْÙÙÙ‡Ù ÙŠÙŽØÙ’ÙَظÙونَه٠مÙنْ أَمْر٠اللَّه٠إÙنَّ اللَّهَ لا ÙŠÙØºÙŽÙŠÙّر٠مَا بÙقَوْم٠ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ÙŠÙØºÙŽÙŠÙّرÙوا مَا Ø¨ÙØ£ÙŽÙ†Ù’ÙÙØ³ÙÙ‡Ùمْ ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ أَرَادَ اللَّه٠بÙقَوْم٠سÙوءًا Ùَلا مَرَدَّ لَه٠وَمَا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ Ù…Ùنْ دÙونÙÙ‡Ù Ù…Ùنْ وَال٠(١١)
Â
“Bagi (tiap diri pribadi)nya ada pengiring dari sebelah depannya dan dari belakangnya,mereka menjaga-nya dari sebab perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah segala apa(yang terjadi) dengan suatu kaum, sehingga mereka akan merubah segala apa ( yang terjadi) dengan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menginginkan keburukan terjadi dengan suatu kaum,maka tidak akan dapat menolak bagi mereka, dan tiadalah bagi mereka pelindung dari selain-Nyaâ€.-
Analisa Dalil
Ayat tersebut dalam kaidah Ilmu disebut “Lazim Khabar atau Lazim Faidahâ€,maksudnya memerlukan rincian,oleh karena itu secara petunjuk hukum ,maka ayat tersebut(Ar Ra’du 11) terbagi:
- Khabar Idh-harudl dlo’fu, yaitu yang memberikan pengertian tentang kelamahan diri seseorang dalam berupaya pendekatannya kepada kaidah Ad-Din bagi kepentingan pengabdian, bahwa pada bagian awal ayat ditunjukkan tentang keberadaan tiap individu dalam penjagaan dan pengawasan Malaikat dalam kiprahnya sebagai makhluq sosial bagi menjawab Sunnatullah tentang keberadaan ummat manusia[Qs An Nisa : 1].-
- Khabar Idh harut tahsir,yaitu yang memberikan pengertian kesedihan dalam  berbagai masalah yang berkaitan dengan berbagai kejadian dalam tatanan kehidupan bermasyarakat[Qs An Nahl : 112].-
Oleh karena itu Sunnatullah telah memberikan gambaran yang jelas bahwa manusia sebagai mahluk sosial disadari atau tidak disadari telah berada dalam kondisi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku sehingga terjadi tindakan berinteraksi, dan disanalah Allah meletakkan “kaidah kemanusiaan†bagi yang memahami terhadap tanggung jawab keumatan[Qs Al Hujurat : 13],
يَا أَيّÙهَا النَّاس٠إÙنَّا خَلَقْنَاكÙمْ Ù…Ùنْ ذَكَر٠وَأÙنْثَى وَجَعَلْنَاكÙمْ Ø´ÙØ¹Ùوبًا وَقَبَائÙÙ„ÙŽ Ù„ÙØªÙŽØ¹ÙŽØ§Ø±ÙŽÙÙوا Ø¥Ùنَّ أَكْرَمَكÙمْ عÙنْدَ اللَّه٠أَتْقَاكÙمْ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ عَلÙيمٌ خَبÙيرٌ (١٣)
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Dan dari sanalah pula dapat kelihatan bahwa manusia itu terbagai antara “kafir dan mukmin†yang antara keduanya terjadi “antagonismeâ€[Qs At Taghobun : 2].
Ù‡ÙÙˆÙŽ الَّذÙÙŠ خَلَقَكÙمْ ÙÙŽÙ…ÙنْكÙمْ كَاÙÙØ±ÙŒ ÙˆÙŽÙ…ÙنْكÙمْ Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙŒ وَاللَّه٠بÙمَا تَعْمَلÙونَ بَصÙيرٌ (Ù¢)
Dia-lah yang menciptakan kamu Maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.
Maka Malaikat ditugaskan Allah untuk menilai terhadap seluruh perilaku manusia,sebagaimana diterangkan dalam Surah Infithar 10-11sebagai berikut:
ÙˆÙŽØ¥Ùنَّ عَلَيْكÙمْ Ù„ÙŽØÙŽØ§ÙÙØ¸Ùينَ (Ù¡Ù )ÙƒÙØ±ÙŽØ§Ù…ًا ÙƒÙŽØ§ØªÙØ¨Ùينَ (١١)
“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya bagi kamu ada Malaikat yang mengawasi pekerjaan kamuâ€;â€Yang mulia disisi Allah dan ditugaskan sebagai pencatat seluruh perbuatan kamuâ€.-
Â
Maksud Dalil
Bahwa sesungguhnya berbagai kejadian buruk yang dialami dalam kehidupan masyarakat manusia, bahkan sampai berdampak kepada alam lingkungan hidupnya, adalah akibat dari ulah manusia itu sendiri karena terjadi sifat antagonistik dalam melaksanakan sistem kehidupan mereka, sebagaimana disebutkan dalam Surah Ar Rum 41,yaitu
ظَهَرَ الْÙَسَاد٠ÙÙÙŠ الْبَرÙÙ‘ وَالْبَØÙ’ر٠بÙمَا كَسَبَتْ أَيْدÙÙŠ النَّاس٠لÙÙŠÙØ°ÙيقَهÙمْ بَعْضَ الَّذÙÙŠ عَمÙÙ„Ùوا لَعَلَّهÙمْ ÙŠÙŽØ±Ù’Ø¬ÙØ¹Ùونَ (٤١)
“Telah nyata-nyata kerusakan didaratan dan dilautan dengan sebab usaha tangan manusia,(hal tersebut terjadi) supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian yang mereka telah kerjakan,mudah-mudahan mereka kembali(kepada Kebenaran).-
Pembahasan
Perjalanan kerusakan tersebut akan terus berlanjut sampai terjadi berbagai tragedi yang menyedihkan diberbagai lapisan kehidupan masyarakat manusia, menuju munculnya berbagai kebimbangan terhadap Kebenaran Dinullah; Maka disanalah Allah meletakkan “lahan suburâ€bagi yang mau menerima panggilan Allah sebagaimana ditetapkan dalam al Qur-an Surah Al Baqarah 214, yaitu:
أَمْ ØÙŽØ³ÙبْتÙمْ أَنْ تَدْخÙÙ„Ùوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتÙÙƒÙمْ مَثَل٠الَّذÙينَ خَلَوْا Ù…Ùنْ قَبْلÙÙƒÙمْ مَسَّتْهÙم٠الْبَأْسَاء٠وَالضَّرَّاء٠وَزÙلْزÙÙ„Ùوا ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ÙŠÙŽÙ‚Ùولَ الرَّسÙول٠وَالَّذÙينَ آمَنÙوا مَعَه٠مَتَى نَصْر٠اللَّه٠أَلا Ø¥Ùنَّ نَصْرَ اللَّه٠قَرÙيبٌ (٢١٤)
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk al Jannah,padahal belum pernah datang kepada kamu (cobaan yang memilukan) seumpama pada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu?(Yaitu) telah menimpa kepada mereka berbagai malapetaka dan kesengsaraan dan mereka digoncangkan. Sehingga berkata Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:â€Kapankah datang pertolongan Allah?â€. Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu sudah dekat!â€.-
Â
Oleh karena itu dalam mengawali perjalanan “menyambut panggilan Allah†yaitu menepati kaidah jihad dan kaidah shabar[Qs Ali Imron : 142] sangat diperlukan kemampuan untuk mengadakan pertimbangan psikologis terhadap dua faktor, yaitu faktor nafsu dan faktor hati[Qs Al Anfal : 24]. Apabila permasalahan tersebut telah terjawab dengan benar, maka untuk selanjutnya memahami terhadap “arah daripada jalur-jalur pokok  yang ditetapkan oleh Al Qur-anâ€, antara lain adalah:
Pertama
Memahami terhadap makna Sejarah yang disebutkan dalam ayat-ayat Tarikhiyah, antara lain difirmankan dalam Surah Yusuf 111,yaitu:
لَقَدْ كَانَ ÙÙÙŠ قَصَصÙÙ‡Ùمْ Ø¹ÙØ¨Ù’رَةٌ لأولÙÙŠ الألْبَابÙ....
“Sungguh pasti adalah dalam kisah-kisah mereka itu sebagai i’tibar (pelajaran) bagi mereka yang mempunyai Lubbâ€.-
Kedua
Dituntut untuk memahami terhadap menejemen Al Qur-an,karena setiap langkah perjalanan sangat dituntut penyesuaiannya dengan petunjuk Al Qur-an dan tanpa dimasuki oleh rekayasa fikiran, sebagaimana tersebut dalam Surah Al Furqon 52,yaitu:
Ùَلا ØªÙØ·Ùع٠الْكَاÙÙØ±Ùينَ ÙˆÙŽØ¬ÙŽØ§Ù‡ÙØ¯Ù’Ù‡Ùمْ بÙه٠جÙهَادًا كَبÙيرًا (٥٢)
“Maka janganlah kamu mentha’ati orang-orang kafir,dan berjihadlah menghadapi mereka dengan petunjuk Al Qur-an secara jihad yang besarâ€.-
Ketiga
Berupaya secara bersungguh-sungguh dalam mengimbangi “Aliansiâ€[Qs Al Hasyr : 14] dengan “Tansiq†[Qs Al Hujurat : 10], kemudian membangun kemitraan dengan meletakkan “falsafah moral Tauhid†[Qs Al Maidah : 12], yang diikuti dengan berbagai tindak perilaku yang bersifat antisipatif.[Qs Fushilat : 34].-
Keempat
Membangun keteguhan jiwa dengan keshabaran dan kesiagaan serta ketaqwaan[Qs Ali Imron : 200], yang berlanjut dengan sosialisasi Al Qur-an [Qs Al Qoshosh : 85].-
Â
Manakala perjalanan dilaksanakan dengan menepati jalur-jalur yang ditetapkan Al Qur-an maka sudah pasti ketetapanâ€nashrun minallahi wa fathun qorib†akan terjadi.-
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Latest News
-
Terkait Penghancuran Masjid Al I Ikhlas, Korban Kekerasan & Penculikan Oknum Aparat mengadu ke POLDA SUMUT Rabu, 5 Oktober 2011, Sekitar 15 orang perwakilan dari Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid Al Ikhlas, Jl Timor Medan bersama Tim Pembela...
-
Konspirasi di balik fatwa MUI : Vaksin Imunisasi halal dan baik! Ada catatan penting yang tertinggal pasca Aksi dan Orasi Stop Vaksin yang diadakan oleh Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-pada hari...
- 1
- 2
- 3
- 4
Latest Articles
-
MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH" berasal dari perkataan " 'ADDUN" , " 'ADADUN" yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
-
Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
- 1
- 2
- 3
- 4
Contact Information
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Site Counters
| Visits today: | 37 |
| Visits yesterday: | 50 |
| Visits this month: | 328 |
| Visits total: | 4941 |
| Max.daily visits: | 108 |
| Max.monthly visits: | 2442 |
| - occurred: | 2011-12 |
| Pages total: | 67942 |
| Data since: | 2011-12-01 |














