Petunjuk Firman
Dalam menepati perintah Islam sebagai hamba Allah yang telah mendapatkan “Nur Iman” [qa100s10= yunus], dan “Nur Islam” [qa22s39=az zumar] sangat dituntut untuk senantiasa melaksanakan pembenahan langkah pada diri pribadi dalam bentuk “Intiqod” atau yang sering dikenal dengan istilah “mawas diri”, sebagaimana difirmankan dalam Al Qur-an Surah Al Hasyr 18-19, sebagai berikut :
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah memperhatikan pada diri, apa yang telah dia usahakan untuk hari esok! Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah itu Maha Mengerti dengan apa yang kamu kerjakan”; ”Dan janganlah keberadaan kamu seperti orang-orang yang melupakan kepada Allah, maka Dia jadikan lupa mereka kepada diri-diri mereka. Mereka itu adalah orang-orang fasiq”.-
Memperhatikan pada kalimat dalam ayat tersebut terjadi pengulangan adalah :
a. Bertujuan untuk mempengaruhi jiwa, terutama orang yang beriman, karena haqiqat jiwa itu dapat dipengaruhi dengan pengulangan berita, kemudian dihadapkan kepada hukum.-
b. Kalimat “Taqwa” yang diulang adalah untuk menegaskan keberadaan derajat tinggi seseorang atas ketetapan Allah, yang dengan itu akan berkemampuan memahami Al Qur-an dalam kaitan undang undang kemasyarakatan dan kesosialan atas dasar keutamaan dan sistem pergaulan yang akrab.-
Dengan yang tersebut akan dapat melaksanakan jihad dengan mempedomani ketetapan Allah dan Rasul serta dapat memilih untuk menjadi teman yang setia dalam menegakkan syari’at berdasarkan menejemen al Qur-an. Sebagaimana difirmankan dalam Surah At Taubah 16, yaitu:
“Adakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sebelum Allah mengetahui orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan dengan cara tidak mengambil sebagai teman yang setia selain Allah dan RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah itu Mengerti dengan apa yang kamu kerjakan”.-
Inilah suatu bentuk koreksi positif bagi hamba yang menyadari makna jihad dalam Islam, karena kefasikan itu juga meliputi penyakit hati yang mendorong pelaksanaan jihad dengan nafsunya dan bukan dengan hatinya [qa24s8=al anfal].-
Pembahasan
Sebagaimana telah faham bahwa “Al Fasiq: “Al khuru-ji ‘an haddisy syar’i”. ( Kaidah Fasiq itu ialah Keluar dari aturan Syar’i ).- Sedangkan dalam Siyasah Syar’iyah tentang pelaksanaan jihad itu wajib difaham berdasarkan menejemen al Qur-an dan kenyataan dari sejarah perjoangan Rasulullah saw.
Dalam “Haya-tu siyasah syar’iyah” (kehidupan siyasah) sangat diperlukan antara lain:
01. Orang yang Faqih tentang Ad-Din, sehingga akan senantiasa menjaga kesucian Islam dengan tanpa mencampuri dengan segala ajaran yang bukan berasal dari Al Qur-an dan Al Hadits Shahih. [qa3s39=az zumar].-
02. Orang yang faham dan dapat melaksanakan segala apa yang menjadi urutan daripada wujud dari hasil rumusan menejemen Al Qur-an, sehingga Al Qur-an akan menjadi petunjuk jalan muthlaqnya [qa153s6=al an’am]; Yang dengan itu tidak akan mudah terpancing oleh jebakan imperialisme yang senantiasa memunculkan gerakan yang hanya dilandasi oleh sikap emosi dan atau berdasarkan realitas politik. Padahal Politik dengan Siyasah terjadi sifat antagonistik.-
Karena itu “jihad” adalah langkah final bagi Muslim, akan tetapi wajib tahu cara mempedomani petunjuk Al Qur-an dan Al Hadits Shahih, agar tidak taqlid buta dan tidak abscurantis (semangat buta).-
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Related Titles
Latest News
-
Muhibah ke Ponpes Hidayatullah Aceh Besar Pondok Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Desa Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar adalah juga menjadi kantor Pusat Pimpinan Wilayah dan Daerah...
-
Sekelumit Hikmah Dibalik Tsunami Aceh Dalam perjalanan tim sosialisasi Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu di wilayah Aceh, banyak mendapatkan kisah dari saksi hidup peristiwa tsunami 6 tahun...
- 1
- 2
- 3
- 4
Latest Articles
-
Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Adapun istilah yang diangkat menjadi judul tulisan ini pada dasarnya terinspirasi dari kalimat dalam Al Quran yaitu ضِعْفَ yang terjemahnya (siksaan...
-
DUA AMANAH ALLAH ATAS RASULNYA Dua macam Amanah Allah atas RasulNya Muhammad Salallahu ‘Alihi Wasalam dimaksud yang harus difahami, yaitu amanah berupa “sistem beribadah kepada Allah”...
- 1
- 2
- 3
- 4
Contact Information
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Site Counters
| Visits today: | 35 |
| Visits yesterday: | 111 |
| Visits this month: | 1072 |
| Visits total: | 23209 |
| Max.daily visits: | 228 |
| Max.monthly visits: | 3307 |
| - occurred: | 2010-1 |
| Pages total: | 153458 |
| Data since: | 2009-07-02 |















