Saturday, September 04, 2010
   
Text Size

BER-ITTIBA' KEPADA RASUL

Pengajaran Al Qur-an
Dalam petunjuk firman Allah dalam Al Qur-an Surah An Nisa 64, yaitu:

"Dan Kami tidak mengutus seseorang rosul, melainkan untuk ditha'ati dengan seizin ALLAH. Sesungguhnya jikalau mereka menganiaya dirinya datang kepadamu, dan memohon ampun kepada ALLAH, dan Rosul-pun memohonkan ampun untuk mereka, Tentulah mereka mendapati ALLAH Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Pada ayat tersebut terdapat lafadz yang berbunyi “liyutho-‘a bi idzillah” adalah sebagai lafadz syarikh dan muthlaq (tegas dan bersifat muthlaq). Karena itu  di dalamnya terkait beberapa petunjuk, yaitu:


01. Dalam ayat tersebut Allah menggunakan perkataan ”ma-“ yang bertemu dengan “illa” yang berarti ”tidak”, maksudnya memberikan kekhususan yang tidak boleh diabaikan dalam hal amanah yang dibawanya untuk ummatnya, yaitu “Amanah Syari’ah”; Maka inilah yang dalam istilah lazim disebut dengan istilah “Thori-qotul Muhammadiyyah” [qa18s45=aljatsiyah], yaitu “Manhaj atau Sabil atau Jalan atau Sistem atau Metode Operasional”.-


02. Memberikan petunjuk isyarat, bahwa masalah ittiba’ adalah masalah yang prinsip, mengingat bahwa ketetapan Allah terhadap Ad-Din adalah “Al Kholish”, yang berarti bersih dari segala bentuk campur tangan al fikr (fikiran), al wijdan (perasaan), dan al irodah (kemauan) [qa3s39=az zumar], yang berakibat seseorang dihukumkan “al ihdats fid-din” [qa93s6=al an’am].-


03. Bahwa ber-ittiba’ hanya kepada Rasul, akan berarti mendambakan kecintaan kepada Allah [qa31s3=ali imron], karena masalah “Sabil” (jalan) [qa15s31=luqman] di dalamnya terkandung “kekuatan Al Qur-an sebagai kaidah pokok dan muthlaq” [qa153s6=al an’am], kemudian “teladan dari RasulNya” [qa21s33=al ahzab].-

Analisa
Bahwa sesungguhnya dengan mengadakan penelitian secara seksama berdasarkan kaidah Ilmu Tafsir sebagaimana yang tersebut, maka dapat dilihat secara nyata bahwa kelemahan Ummat Islam pada umumnya telah alpa dalam melaksanakan “wujud dari hasil rumusan menejemen al Qur-an” [qa153s6=al an’am] dengan “Sistem yang telah dipandukan Rasulullah”. Dalam hal ini harus diakui bahwa pada masa usai penurunan para Rasul akan terjadi berbagai kealpaan Ummat Islam terhadap ajaran Rasul, disebabkan campur tangan kaum zindiq dan munafiq untuk memalsukan ajaran Rasulullah saw, maka bagi yang tidak memahami “nilai Kebenaran Islam” akan mudah kehilangan “Sistem” dan akan mengikuti sistem yang dibuat oleh kafir. Dengan demikian ummat Islam akan mengalami berbagai kelemahan.-


Menghadapi keadaan demikian Rasulullah telah memberikan pesannya antara lain:


A. Al Hadits Sh, riwayat Thabrani melalui jalan dari Ibnu Abbas.ra, Rasulullah saw bersabda: ”sayaku-nu ba’diy fil mukmini-na aljiha-du! qo-la:” ‘ala- ma- nuja-hidu alladzi-na qo-lu- a-manna?”, qo-la: ”al-ihda-tsu fid din, idza- ‘amilu- birro’yi, wala- ro’ya fid-din, innad-dina minar robb, amirihi wanahyi-hi”.-
(:Nanti akan terjadi sesudahku menghadapi kalangan mukmin ada perintah jihad! Berkata: ”Atas apanya kami akan berjihad kepada orang-orang yang berkata “Kami beriman’?”. Bersabda: “Ada sistem baru dalam masalah ad-Din, sehingga apabila mereka bekerja berdasarkan logika (ra’yu), padahal tidak boleh campur tangan ra’yu dalam masalah ad-Din, karena sesungguhnya Ad-Din itu berasal dari Robb (Yang Mengatur). Meliputi segala perintahnya dan segala larangannya”).-

B. Al Hadits riwayat Al Hakim dari jalan Kholid bin. Urfadhoh, Rasulullah saw bersabda: ”Sataku-nu ihda-tsun, wa fitnatun, wa furqotun, wa ikhtila-fun”, fainistatho’a antaku-na almaqtul, la- alqo-til!  Faf’al !”.-
(: “Nanti akan terjadi keadaan kamu terlibat dalam sistem baru, dan terfitnah, dan berpecah belah, dan berselisihan!”. Maka jika kamu mampu jadilah kamu itu orang yang dibunuh, bukan menjadi  pembunuh! Maka kerjakanlah !”

Dengan yang tersebut dapat difaham bahwa kelemahan ummat Islam telah berada dalam dua sisi yang berlawanan, bahwa disatu sisi melakukan perintah beribadat mendambakan redlo Allah, akan tetapi pada sisi lain dalam tugas-tugas kemanusiaan telah mengikuti “Sistem kafir” dan melupakan ittiba’, maka sebagai akibat ummat Islam menjadi ummat yang lemah dan labil; Oleh karena itu wajib merubah sistem dan berani tegas dalam menyampaikan Kebenaran, apapun resikonya.-

Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B)
:evil::silly::dry::lol::kiss:
:D:pinch::(:shock::X
:side::):P:unsure::woohoo:
:huh::whistle:;):s:!:
:?::idea::arrow:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Latest News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Latest Articles

  • PERBEDAAN YAHUDI DENGAN ISRAIL Para ahli ilmu tentu sudah memahami perbedaan dua kata ini,  yahudi dengan Israil. Namun semoga ada manfaatnya bagi yang belum mengetahui hal ini. Sekadar...
  • ISLAM TIADA PERNAH MEMAKSA Dalil Petunjuk : Mempelajari petunjuk wahyu Allah dalam Surah Al Baqarah 256, yaitu: لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Contact Information

Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078

Site Counters

Visits today: 43
Visits yesterday: 73
Visits this month: 249
Visits total: 41354
Max.daily visits: 228
Max.monthly visits: 3460
- occurred: 2010-6
Pages total: 252045
Data since: 2009-07-02

Islamic Links

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Who's Online

Saat ini ada 1 tamu online

Login Form