Dalam perjalanan tim sosialisasi Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu di wilayah Aceh, banyak mendapatkan kisah dari saksi hidup peristiwa tsunami 6 tahun lalu. Sebagaimana dikisahkan beberapa tokoh setempat, bahwa sebelum bencana tsunami terbesar pada abad ini, di kota ini tingkat kemaksiatan penduduknya cukup tinggi. Pemuda-pemudi sudah tidak malu bergaul bebas, pesta pora dan masyarakatnya sebagian bersikap takabur kepada Allah.
Kapal yang terbawa gelombang tsunami 4 km ke daratan sekarang jadi objek wisata
Semua yang akan kami ungkapkan berikut bukanlah bertujuan untuk mencela golongan orang tertentu, namun untuk menjadi ittibar atau pengajaran penting bagi siapapun yang memilki hati nurani. Kami tinggal sementara Aceh Besar, kota yang terletak dekat pantai yang mengalami kerusakan yang sangat parah akibat tsunami tersebut. Beberapa contoh perbuatan maksiat yang dilakukan sebagian penduduknya antara lain sebagai berikut. Pemandangan yang indah di pantai tidak hanya dijadikan objek wisata dan disyukuri, namun dijadikan tempat berbuat mesum dan pesta pora. Para ustadz yang berpakaian rapi, berpeci dan memelihara janggut justru menjadi ejekan sebagian orang. Kemaksiatan dilindungi oknum penguasa.
Sesama saudara muslim saling menzalimi, harta, darah, dan kehormatannya bukan dilindungi namun telah dilanggar, hanya disebabkan dendam dan kecurigaan berlebihan terhadap etnis tertentu. Para dai yang menyerukan kepada kemurnian Islam atas dasar Al Quran dan Sunnah justru dicurigai, dimusuhi, difitnah. Bahkan suatu kali pada tahun 1998 semua dai yang memanjangkan janggut dan berpakaian gamis diburu, dipukuli dan diusir serta sebagian rumah dan pondok pesantren mereka dibakar dan dijarah hartanya.
Dikisahkan pula pada kami, bahwa satu hari menjelang bencana tersebut sebagian masyarakat Islam yang masih prihatin terhadap kerusakan ummat meminta kepada kepala desa (pak kecik) setempat untuk mengadakan gotong royong memebersihkan pantai. Pohon-pohon rimbun yang sering dijadikan tempat sembunyi di malam hari bagi pelaku maksiat juga rencananya akan dibersihkan. Namun himbauan tidak digubris, mereka lebih senang menghabiskan akhir pekannya untuk berbuat maksiat sampai pagi ahadnya. Maka pagi tersebut menjadi pagi yang nahas, bukan hanya pohon yang dibersihkan namun berikut orang-orangnya ikut disapu bersih oleh gempa dan tsunami.
Jika korban kebijakan represif  selama puluhan tahun pemerintah Orde Baru menelan korban ribuan jiwa saudara kita di Aceh baik masyarakat sipil ataupun aparat negara, maka dalam tempo tak lebih satu jam 250 ribu jiwa lebih yang mati lantaran bencana ini. Ini menunjukkan kekuasaan Allah jauh lebih hebat dibanding manusia.
Namun sangat disayangkan sedikit sekali yang mengambil pelajaran dari bencana ini. Dilokasi pengungsian hanya beberapa hari saja para korban yang menegakkan sholat berjamaah, selanjutnya kembali seperti biasa seolah lupa dengan bnecana tersebut. Kini lokasi pantai yang diporak-porandakan banjir sudah direnovasi kembali dan ditambah fasilitas-fasilitas wisata. Sebagian masyarakatnya kembali senang menjadikan sebagai lokasi berbuat mesum. Maka sebagian ulama setempat mengkhawatirkan akan muncul bencana kembali dari arah yang tidak diduga, naudzubillah.

Sangat sulit ditemui saat ini tokoh Islam seperti kondisi Aceh dahulu yang memiliki semangat juang tinggi membela Dinul Islam. Masyarakat dahulu yang religius dan heroik sudah hilang. Diganti generasi muda yang sebagian besar sekarang ini hanya mejadikan perjuangan leluhur mereka sebagai buah cerita dan kebanggan masa lalu, bukan untuk diteladani. Inilah suatu kondisi memprihatinkan yang perlu dicari akar permasalahannya dan diberikan solusinya oleh para ulama. Negeri yang religius, heroik penuh tokoh pejuang kita harapkan jangan hanya tinggal dalam catatan sejarah.

| Comments |
|
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Tafseer Qur'an
Petunjuk Al Qur-an Allah telah memberikan amtsal dalam Surah Al Baqrah 247-248, sebagai berikut : "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka : "Sesungguhnya telah Dia bangkitkan untuk kamu sekalian Thalut sebagai raja", mereka berkata: "Apakah bisa terjadi bagi dia...
Read More...Petunjuk Dalil Firman Allah dalam Surah Al Maidah 67 sebagai berikut: "Wahai Rasul! Sampaikanlah segala apa yang di turunkan kepadamu dari Robb kamu, Dan jika tidak kamu kerjakan , maka (berarti) tiadalah kamu menyampaikan risalah-Nya dan Allah itu memelihara...
Read More...Petunjuk Al Qur-an Firman Allah dalam surah Ali Imron 200, sebagai berikut: "Wahai orang-orang yang beriman!, Bershabarlah kalian dan tuntutlah keshabaran dan bersiagalah dan bertaqwalah. Mudah-mudahan kalian bahagia" Analisa Ringkas Dalam perkataan "shabar"...
Read More...Petunjuk dan Pentelaahannya Sebagaimana telah difaham bahwa perkataan "Taqwa" dalam al Qur-an meurut kaidah Ilmu Tafsir disebut "Lafadz Al Musytarak Fihi", didalam pengertiannya bermuatan makna yang berbeda-beda meurut kedudukan ayat,yang bertujuan agar hamba...
Read More...Latest News
-
Terkait Penghancuran Masjid Al I Ikhlas, Korban Kekerasan & Penculikan Oknum Aparat mengadu ke POLDA SUMUT Rabu, 5 Oktober 2011, Sekitar 15 orang perwakilan dari Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid Al Ikhlas, Jl Timor Medan bersama Tim Pembela...
-
Konspirasi di balik fatwa MUI : Vaksin Imunisasi halal dan baik! Ada catatan penting yang tertinggal pasca Aksi dan Orasi Stop Vaksin yang diadakan oleh Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-pada hari...
- 1
- 2
- 3
- 4
Latest Articles
-
MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH" berasal dari perkataan " 'ADDUN" , " 'ADADUN" yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
-
Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
- 1
- 2
- 3
- 4
Contact Information
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Site Counters
| Visits today: | 47 |
| Visits yesterday: | 50 |
| Visits this month: | 338 |
| Visits total: | 4951 |
| Max.daily visits: | 108 |
| Max.monthly visits: | 2442 |
| - occurred: | 2011-12 |
| Pages total: | 68160 |
| Data since: | 2011-12-01 |














