Written by sekret Tuesday, 02 March 2010 19:28 Read: 47 times
Dalam perjalanan tim sosialisasi Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu di wilayah Aceh, banyak mendapatkan kisah dari saksi hidup peristiwa tsunami 6 tahun lalu. Sebagaimana dikisahkan beberapa tokoh setempat, bahwa sebelum bencana tsunami terbesar pada abad ini, di kota ini tingkat kemaksiatan penduduknya cukup tinggi. Pemuda-pemudi sudah tidak malu bergaul bebas, pesta pora dan masyarakatnya sebagian bersikap takabur kepada Allah.
Kapal yang terbawa gelombang tsunami 4 km ke daratan sekarang jadi objek wisata



Jumat siang tanggal 26 Februari 2010, Panitia Pelaksana Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu mengutus tiga orang anggotanya untuk bersilaturahim dan bersosialisasi keberapa potensi Ulama di Sumatera Utara dan Wilayah Aceh. Kami bertiga pun tiba Medan pada hari Ahad dini hari sekitar pukul satu waktu setempat dan dijemput salah seorang anggota DP3MU yaitu Ustadz Qomarudin.












