(Qs. Ali Imran : 137)
Ayat di atas bila di kaji adalah termasuk golongan ayat tarikhiyah-berkaitan sejarah. Didalamnya ada perintah dari al Kholiq kepada makhluknya-manusia untuk mengambil ittibar atau pengajaran dari ummat terdahulu dengan mencontoh teladan kebajikan mereka serta menjauhi sikap pengingkaran. Secara mafhum mukholafah mengandung peringatan agar manusia menjauhi sikap kedurhakaan kepada Allah Robbul 'Alamin yang akan berakibat merugikan diri mereka sendiri.
Diawali dengan lafadz “qod” yang bermakna penekanan untuk meyakinkan pendengarnya selayaknya lafadz qosham (sumpah). Kemudian ayat ini dilanjutkan dengan dua macam perintah, yaitu “berjalanlah” (meneliti bukti sejarah) dan “perhatikan” (mengambil pelajaran). Artinya, sunatullah tersebut adalah suatu ketetapanNya di alam semesta yang tidak akan berubah bahkan dapat terjadi pengulangan kisah yang serupa dan setiap makhluq tidak akan mampu melepaskan diri dari hal tersebut. Maka hendaknya tiap manusia menyadari bahwa tujuan Allah menciptakan mereka adalah untuk tugas pengabdian dengan menghambakan diri dalam mengelola bumi dan segala isinya. Bukankah Dia telah mengingatkan akan hal ini :
"Tiadalah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk mengabdi kepadaKu" (Qs. Adzariyat : 56)
Maka poin penting yang patut kita ambil adalah adanya perintah Allah bagi hambaNya agar menyadari dirinya masing-masing bahwa selama proses pengabdian di dunia ini adalah dengan memperhatikan pada sejarah ummat terdahulu. Baik sejarah yang berakhir dengan kebinasaan ataupun sebaliknya berupa kemuliaan. Pertanyaannya adalah bagaimana mendapatkan catatan sejarah yang paling otentik (asli) di tengah banjirnya informasi, baik dalam media cetak ataupun elektronik yang belum teruji kebenarannya.
Tentunya cara yang paling aman adalah dengan menetapkan referensi pokok yang dijadikan acuan atau filter terhadap segala data dan informasi sejarah yang masuk. Acuan pokok itu tak lain adalah Kitab yang berasal dari Dzat Yang Maha Menyaksikan dan Maha Menjaga yaitu Kitabullah al Qur-an. Ia dapat dijadikan pembanding bagi informasi yang memiliki kemiripan, pemutus bagi yang bertentangan dengan aqal sehat, serta menjadi sumber keterangan awal (bayan) disaat tidak ditemukan catatan informasi dari manusia tentang berbagai kejadian.
Sejarah Para Rosul dan Sahabatnya Adalah Cermin Pokok
Sejarah para rosul- terutama ‘Ulil Azmi- serta sahabatnya yang tergambar dalam Kitabullah dan Hadits RosulNya tidak lain adalah bentuk pengajaran dari Allah kepada setiap hambaNya. Patutkah hamba yang beriman mengambil contoh teladan lain selain dari Rosulullah dan muttabi’innya? Tentu kita mengerti mesti menjawab apa. Setelah Allah menetapkan tiada akan mengutus kembali RosulNya dan menurunkan KitabNya, berarti al Qur-an adalah sumber yang final dan bersifat universal di setiap zaman.
Disinilah letak pentingnya aktivitas taddabur al Qur-an secara kontinyu selama manusia masih diberi kehidupan agar hamba yang beriman memperolah kefahaman yang utuh dan paripurna sebagaimana diperintahkan Allah :
“Apa sebab (kamu) enggan mentadaburi al Qur-an, jikalau sekiranya al Qur-an ini bukan berasal dari Allah pastilah kamu temui pertentangan yang banyak didalamnya” (Qs. An Nisa’ : 82)
Perlu diingat kembali bahwa perintah taddabur (memperhatikan ; mengkaji) adalah bentuk lafadz fiil mudhari’ ma’lum yang bermakna terus-menerus atau kontinyu bukan menjadi sambilan di sela-sela waktu luang. Artinya dituntut mendirikan majelis ilmu yang didalamnya terdapat pengajaran al Qur-an dengan pemahaman yang benar menurut rosul dan sahabatnya.
InsyaAllah bersambung….
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Tafseer Qur'an
Petunjuk Al Qur-an Allah telah memberikan amtsal dalam Surah Al Baqrah 247-248, sebagai berikut : "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka : "Sesungguhnya telah Dia bangkitkan untuk kamu sekalian Thalut sebagai raja", mereka berkata: "Apakah bisa terjadi bagi dia...
Read More...Petunjuk Dalil Firman Allah dalam Surah Al Maidah 67 sebagai berikut: "Wahai Rasul! Sampaikanlah segala apa yang di turunkan kepadamu dari Robb kamu, Dan jika tidak kamu kerjakan , maka (berarti) tiadalah kamu menyampaikan risalah-Nya dan Allah itu memelihara...
Read More...Petunjuk Al Qur-an Firman Allah dalam surah Ali Imron 200, sebagai berikut: "Wahai orang-orang yang beriman!, Bershabarlah kalian dan tuntutlah keshabaran dan bersiagalah dan bertaqwalah. Mudah-mudahan kalian bahagia" Analisa Ringkas Dalam perkataan "shabar"...
Read More...Petunjuk dan Pentelaahannya Sebagaimana telah difaham bahwa perkataan "Taqwa" dalam al Qur-an meurut kaidah Ilmu Tafsir disebut "Lafadz Al Musytarak Fihi", didalam pengertiannya bermuatan makna yang berbeda-beda meurut kedudukan ayat,yang bertujuan agar hamba...
Read More...Latest News
-
Terkait Penghancuran Masjid Al I Ikhlas, Korban Kekerasan & Penculikan Oknum Aparat mengadu ke POLDA SUMUT Rabu, 5 Oktober 2011, Sekitar 15 orang perwakilan dari Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid Al Ikhlas, Jl Timor Medan bersama Tim Pembela...
-
Konspirasi di balik fatwa MUI : Vaksin Imunisasi halal dan baik! Ada catatan penting yang tertinggal pasca Aksi dan Orasi Stop Vaksin yang diadakan oleh Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-pada hari...
- 1
- 2
- 3
- 4
Latest Articles
-
MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH" berasal dari perkataan " 'ADDUN" , " 'ADADUN" yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
-
Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
- 1
- 2
- 3
- 4
Contact Information
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Site Counters
| Visits today: | 37 |
| Visits yesterday: | 50 |
| Visits this month: | 328 |
| Visits total: | 4941 |
| Max.daily visits: | 108 |
| Max.monthly visits: | 2442 |
| - occurred: | 2011-12 |
| Pages total: | 67985 |
| Data since: | 2011-12-01 |














