Wednesday, April 16, 2014
   
Text Size

POLA-POLA DALAM PEMBELANJAAN HARTA

Di samping pengertian Wakaf, Hibah, Waris dan Hadiah sebagai sistem interaksi peralihan maal dari dan kepada manusia secara berkelompok maupun perorangan yang diatur syara’, terdapat enam aspek interaksi bagi pola pembelanjaan atau penyaluran rizki yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dalam jalur yang merupakan wadah integrasi itulah umat Islam mesti berinteraksi secara terkoordinir.
Koordinasi dimaksud adalah dalam bentuk sebagai berikut :

1. PELAKSANAAN INFAQ
Umat Islam diperintahkan untuk membayarkan bagian yang minimal 2,5 % dari tetes peluh hasil usaha berfantasyiru fil ardli (QS Al Jumu’ah, 62 : 10) dalam rangka aktivitas mencari karunia rizki dari Allah SWT.
Infaq umat yang diterima oleh wadah Pergerakan Islam penting untuk pengadaan sarana dan prasarana dakwah dalam rangka pembinaan umat (QS Al Hadid, 57 : 10).

2. PELAKSANAAN ‘AFWAN
Setiap pribadi Muslim dituntut memiliki jiwa dan semangat kepeloporan di dalam pola kehidupan bermasyarakat, di mana seharusnya bertindak selaku motivator yang memanfaatkan segala keberadaannya untuk kepentingan kemajuan umat secara spontan dan langsung. Nafaqah dalam kepeloporan ini dapat diberikan atas inisiatif sendiri yang diukur dengan kondisi kemampuan secara pribadi, agar pelaksanaan sesuatu kebaikan dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan (QS Al Baqarah, 2 : 219).

3. PELAKSANAAN SHADAQAH
Shadaqah merupakan tugas wajib (beban taklifi) yang dipikulkan ke pundak setiap pribadi Muslim, selaku penanggung-jawab dalam matra nafkah keluarganya masing-masing, bagi kepentingan memacu pertumbuhan spiritual dan nonspiritual mereka. Selain itu shadaqah utama diberikan kepada keluarga lain dalam lingkaran Dzawil Qurba kita masing-masing (QS An Nahl, 16 : 90).

4. PELAKSANAAN UKHUWAH
Syari’at menuntunkan kepada umat Islam untuk memberikan ukhuwah, sebagai refleksi dari rasa keakraban, serta dalam rangka kondisi diberi kelebihan karunia oleh Allah, atau karena adanya rasa keprihatinan atas adanya musibah (apapun bentuknya) yang mungkin sedang dialami oleh saudara seiman kita (QS Asy Syuraa, 42 : 23, QS Hujurat, 49 : 10 dan QS Al Baqarah, 2 : 155).

5. PELAKSANAAN TA’AWUN
Ta’awun merupakan tuntutan Syari’at kepada kaum Muslimin untuk mengejawantahkan pelaksanaan sistem Ekonomi Islam. Kiprah amaliah bidang ekonomi bersama (konglomerasi) mesti diformat sedemikian rupa oleh pemodal dan teknokrat Muslim melalui tim konsultan, dan melibatkan strata umat yang berpotensi ekonomi (skill, wawasan manajerial, dan tenaga atau selaku buruh), untuk mengentaskan ketertinggalan umat dalam segala lini kehidupan di dunia (ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, dsb) (QS Al Maidah, 5 : 2).

6. PELAKSANAAN ZAKAT
Zakat merupakan himbauan prosentase tertentu dari maal, tijarah, hasil pertanian atau peternakan menurut ketetapan Haul dan Nishab masing-masing jenisnya.
Himbauan Zakat ini dilaksanakan secara manajerial organisatoris Badan ‘Amil yang dibentuk atas dasar petunjuk syara’. Mereka terdiri dari tenaga-tenaga amanah dan siap pakai, yang bekerja secara full time melayani kepentingan umat bagi penerimaan Zakat dari Muzakki dan penyalurannya kepada delapan Ashnaf Mustahiq, yaitu Fakir, Miskin, Mu'allaf, Riqab, Gharim, Fie sabilillah, Ibnu Sabil (QS At Taubah, 9 : 60).

Adapun ruang lingkup tugas Badan ‘Amil antara lain :
a. Memberi dan melayani dalam bentuk penerangan atau memandu kepada umat Islam mengenai tata cara dan pelaksanaan Zakat;
b. Meriset, meneliti dan merinci prinsip-prinsip umum tentang pelaksanaan maal dan tijarah untuk dikembangkan atau difungsikan sebagai Zakat dalam ketetapan hukum Islam;
c. Mendata bentuk-bentuk atau metode penerimaan. Melakukan penegelolaan dan penyajian serta membuat diagram data;
d. Melaksanakan tugas akuntansi, yaitu menghishab Haul serta Nishab materi Zakat;
e. Mengembangkan kondisi Muzakki dan Mustahiq

Demikian antara lain tugas yang diemban kaum Muslimin dalam berbagai interaksi soal-soal amaliah duniawiah. Di mana sarana dan prasarana yang ada, sebagai karunia Allah SWT kepada kita itu, yang diatur dan dipola-Nya dengan indahnya, menurut jalur media interaksi yang sangat positif dan konstruktif.
Hal ini membuktikan betapa lengkap dan sempurnanya sistem manajemen Allah untuk kita isi dengan penuh rasa tanggung jawab.

Allah SWT telah memberikan petunjuk formal-Nya dengan panduan Kitab Al Qur-an, dan Sunnah Rasulullah saw telah pula memberikan metode pelaksanaannnya secara rinci, maka kita selaku Muttabi’ur Rasul dituntut dalam dalam pelaksanannya secara baik dan benar, total dan tanpa reserve (solid dan valid).
Oleh sebab itu, kita tidak dibenarkan melakukan penyimpangan atau pengaburan (distorsi manipulatif) terhadap hukum ketetapan Allah SWT, dengan cara mempermudah atau mempersulit hukum-Nya (QS Yusuf, 12 : 108; QS Ali Imran, 3 : 31; dan QS Al An’am, 6 : 153).

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B)
:evil::silly::dry::lol::kiss:
:D:pinch::(:shock::X
:side::):P:unsure::woohoo:
:huh::whistle:;):s:!:
:?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Move
-

Tafseer Qur'an

Top Headline

Petunjuk Firman
Al Quran dalam surah az Zumar ayat 23, yaitu :
“Allah yang telah turunkan sebaik-baik perkataan (yaitu) sebuah Kitab (al Quran) yang serupa, yang diulang-ulang. Akan menjadi seram terhadapnya kulit orang-orang yang takut terhadap...

Read More...

Petunjuk Firman
Bahwa Allah dengan petunjukNya yang tersurat dalam surah al Furqon ayat 1, yaitu : “Maha Berkat Allah yang telah menurunkan al Furqon atas hambaNya (Muhammad) agar supaya menjadi ancaman bagi ummat seluruh alam”.- Ayat tersebut sangat...

Read More...

Mengamati lafadz dalam al Quran yaitu JA-HADA yang berarti perlawanan atau melawan dimana dilain sisi ada perintah ja-hada adalah terkait erat dengan petunjuk al Quran antara lain: Al Quran surah at Taghobun ayat 2; Bahwa susunan kalimat pada ayat tersebut adalah...

Read More...

Panduan Al Quran
Mengamati secara seksama berdasarkan kaidah Ilmu terhadap petunjuk al Quran dalam surah Fushilat ayat 30 sampai dengan ayat 32, yaitu sebagai berikut :
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata :”Robb kami Allah” kemudian mereka...

Read More...

Latest News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Latest Articles

  • Ujian Bagi Penuntut Ilmu Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan...
  • MUSLIM ADALAH SATU Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Contact Information

Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078

Site Counters

Visits today: 271
Visits yesterday: 464
Visits this month: 4494
Visits total: 44394
Max.daily visits: 606
Max.monthly visits: 10922
- occurred: 2014-3
Pages total: 317429
Data since: 2013-08-14
Banner
Banner
Banner
Banner

Who's Online

Saat ini ada 9 tamu online

Warning: strpos() [function.strpos]: Empty needle in /home/alulama/domains/al-ulama.net/public_html/components/com_joomlastats/joomlastats.inc.php on line 396

Warning: strpos() [function.strpos]: Empty needle in /home/alulama/domains/al-ulama.net/public_html/components/com_joomlastats/joomlastats.inc.php on line 458

Login Form