Monday, February 06, 2012
   
Text Size

Tanya Jawab Tentang Solusi al Quran Terhadap Permasalahan Ummat Islam

Apakah ulama yang tergabung dalam Dewan Perancang Mudzakarah Ulama mengabaikan berbagai issu dan keterpurukan ummat Islam di dalam negeri kita?

Sama sekali tidak, justru harapan seluruh anggota DP3MU dengan agenda yang kita usung ini akan memberikan solusi tuntas terhadap permasalahan ummat manusia, khususnya saudara-saudara kita. Seluruh program dan tahapan langkah kita diupayakan mengacu kepada petunjuk al Quran dan Sunah Rosul. Kita yakin ketika satu saja saudara muslim kita terluka maka sakitnya terasa kepada seluruh tubuh kita, itu prinsip. Dan kita yakin itu suatu ujian terhadap kualitas iman dan amal kita yang mesti terjadi dan memang harus dihadapi.

Bagaimana terhadap kasus yang lagi santer seperti pemurtadan, munculnya aliran sesat, maraknya perdukunan, sekularisasi dan sebagainya, apa solusinya?

Pertama, kita harus yakin bahwa hanya dengan niyat dan langkah yang benar menurut tuntunan al Quran dan Sunah Rosul semua permasalahan itu akan teratasi dengan izin Allah. Mustahil dalam ajaran Islam tidak mampu memberi solusi yang tepat. Tinggal kita mau atau tidak. Pertama secara internal meningkatkan imunitas aqidah dengan dakwah menyebarkan ajaran sunah. Kedua mengatasi akar pokok penyebab kerusakan ummat, dengan mengambil contoh siyasah yang dituntunkan rosul kita.

Konkretnya bagaimana?

Mari kita ingat kembali dua contoh yang dituntunkan rosul. Pertama strategi hijrah dan kedua peristiwa perang tabuk. Sebelum hijrah ke madinah banyak umat Islam yang tertindas di bumi Makkah, satu contoh seperti Bilal. Ia dibebaskan dan ditolong oleh Abu Bakar as Siddiq atas inisiatif sendiri. Periode makkah merupakan masa penanaman aqidah dan masa ummat Islam diuji kesabarannya dengan berbagai tekanan orang-orang musyrik. Setelah terjadi hijrah lalu Ummat Muslim sudah menerapkan sistem kepemimpinan yang dipandu rosulullah maka setiap ancaman yang menerpa ummat muslim selalu dihadapi secara bersama dan terpimpin oleh rosulullah.

Artinya saat ini kita baru mampu menghadapi permasalahan secara parsial menurut kapasitas dan kemampuan tiap (ulama) di tempat masing-masing. Karena kita belum diberi Allah pemimpin sebenarnya dan belum ada kesepakatan antara ulama sedunia. Saat ini kita perlu berbagi tugas, tapi belum dapat terkoordinasi secara baik dan benar. Kita sekarang baru bisa membantu seadanya, mendakwahkan Islam dan memotivasi kesabaran mereka yang tertindas serta mendoakan. Langkah jihad secara shaffan baru dapat dilakukan jika waktunya telah tepat sesuai rencana Allah dengan dimunculkannya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwah seperti tersebut dalam hadits rosulullah. InsyaAllah kita sedang menuju ke sana.

Kemudian dalam al Quran kita diperintahkan untuk mengatasi aulia (pemimpin) syaithon bukan sekedar pionernya. Apabila dalangnya telah tercabut, tentu para aktornya akan lemah. Pelopor syaithon (sifat jahat) ini kita fahami bersama adalah sumbernya dari golongan Ahli Kitab dengan dua sistem organisasi raksasa mereka yang mendunia sebagai benteng mereka yang diamtsalkan al Quran akan runtuh melalui ‘tangan’ mereka sendiri dan ‘tangan’ orang-orang mukmin (Qs.59:2). Merekalah sebenarnya sumber kerusakan di setiap negeri. Jangan kita melihat bara apinya tapi terpokok mari atasi sumber asal apinya.

Jika dilihat dalam konteks global sekarang ini, dimana seluruh negara di dunia telah tergabung dalam pekatnya sebuah arus yang dibuat ahli kitab. Arus ini jika dibaratkan sebuah aliran sungai yang hulunya dikuasai mereka. Sedangkan negeri kita terintegrasi dengan mereka melalui anak-anak sungainya. Maka wajar anak sungai (negeri) kita ikut terimbas keruh. Maka kurang tepat jika kita disibukkan menjernihkan anak sungai ini, karena kita pasti akan lalai terhadap penyebab pokoknya, disamping hasilnya kurang efektif dan efisien mengenai sasaran. Akibatnya kita akan saling menyalahkan dan berbenturan sesama anak bangsa. Tentu pihak mereka senang melihat kita bermusuhan dan saling menghancurkan.

Kita seharusnya melihat apa sesungguhnya yang terjadi jauh di hulu sungai tersebut. Disana dapat kita lihat “gajah-gajah” yang berkubang membuat keruh sampai ke muara dan anak-anak sungai. Maka tugas kitalah untuk ‘menggiring’ dan ‘mengamankan’ mereka agar seluruh aliran sungai kembali jernih.

Mengapa kita berencana mengundang Ulama sedunia untuk bermudzakarah, bukankah lebih baik menyelesaikan permasalahan di rumah tangga (negeri) kita dahulu baru ke tahap rumpun melayu kemudian tingkat dunia?

Mudah-mudahan inilah antara lain ittibar yang coba kita ittiba’i dari peristiwa perang Tabuk. Kita ketahui bahwa perang tabuk terjadi sebelum Fathul Makkah. Ancaman yang disongsong dalam tabuk lebih besar dan kuat dari ancaman musyirikin di Makkah jika dianalisa secara rasio fikiran. Karena dalam peristiwa Tabuk rosul memerintahkan para sahabatnya untuk menyongsong pasukan Kekaisaran Romawi Timur yang besar jumlahnya, jauh dan luas wilayahnya. Begitulah Allah menyusun rencanaNya untuk menguji ketaatan hambaNya dan untuk membuktikan janji-janjiNya. Ternyata rosul dan sahabat-sahabat setianya memperoleh kemenangan yang mudah.

Sedangkan secara logika kita yang awwam tentu akan memilih resiko yang lebih kecil yaitu memasuki Makkah baru kemudian mengembangkan sayap ke luar negeri. Inilah ittibar yang dapat kita ambil pelajarannya. Bahwa tahapan yang kita bangun harus menyesuaikan dengan apa yang telah dicontohkan rosul kita yang mungkin bertentangan dengan rasio kita yang dangkal. Pelajarannya antara lain, disatu sisi Allah telah berjanji kepada rosulNya bahwa mereka akan memasuki rumah mereka (makkah) dengan aman. Di sisi lain dengan kalahnya pasukan romawi timur memberi psywar kepada orang-orang musyrik di dalam negeri (makkah) yang memusuhi Islam. Tentunya hati mereka bertambah kecut melihat kejayaan rosul dan ummat Islam melawan tentara romawi. Akhirnya tahun berikutnya rosul dapat membebaskan negerinya (makkah) dengan aman tanpa pertumpahan darah.

Dengan mengikuti ittibar peristiwa hijrah dan Perang Tabuk, maka insyaAllah permasalahan rumah tangga (negeri) kita dan setiap negeri muslim akan teratasi secara utuh dan komprehensip sampai ke akar-akarnya jika sumber pembuat masalahnya sudah diatasi Allah melalui tangan hamba-hambaNya. Diawali dengan adanya kesepakatan para ulama sedunia. Namun yang perlu digaris bawahi tujuan kita bukanlah menggapai atau merebut kekuasaan, karena tegaknya aturan Allah dan munculnya Khilafathul Muslimin merupakan hak mutlaq, rahasia dan kekuasan Allah. Janji Allah pasti dibuktikanNya meski mungkin beberapa masa lagi dimana kita sudah tiada, namun wajib kita yakini. Tujuan kita semata-mata mencari ridho Allah dan memohon dicatat sebagai syuhada (Qs.3:53).

Terakhir, mengapa ulama yang dijadikan sorotan dalam mudzakarah ini?

Tentu ada sebabnya, karena memang al Quran dan al Hadits yang shohih memberitakan hal ini. Al Ulama adalah kedudukan yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya tertentu. Mereka sosok yang paling mengenal Allah dan bertaqwa kepada Allah, setelah tiada lagi rosul yang diutusNya. Perbaikan ummat diamanahkan Allah kepada mereka. Merekalah ahlinya dalam mengatur ummat dengan syariat Allah. Jika permasalahan kemanusian diserahkan kepada masyarakat awwam maka sama saja menyerahkan sesuatu masalah kepada bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya seperti yang dipesankan rosul kita. Ummat muslim umumnya mari kita ajak untuk menjadi anshorullah (penolong dinullah) dengan menginfaqkan harta dan potensi diri masing-masing. Wallahu’alam.

>> Gayung Bersambut (FAQ Lanjutan)

//Disarikan dari kaderisasi Mubaligh Sunnah Panpel Mudzakarah Ulama

Comments
Add New Search RSS
Ican plur 05-09-2009 05:28:52

Saya mau nanya ni ayat ini apa artinya.."LADRU Di KUHUL ABSARU WAHUWA YADRI
KHUHUL ABSARU,WA HUWA YUDRI KHOBIR."Klw slh tulisan tlng di benarin
ye,.terdapat di ayat mana dlm al quran(hal brpa).makasih.,assalam mualikum
wrwb..plz bls ke amil qu ye..
keknya bukan dari qur'an
coba2 jawab 08-09-2009 07:44:25

mas ican, lafadz itu dpt dari mana? coba tanya yg ngasih tau, maaf saya gak
hafal qur'an, tapi sepanjang pengetahuan saya keknya bukan dari qur'an
tuh...mungkin yg lain bisa bantu...
helmi muhipan 25-04-2010 11:38:12

al-quran adalah bacaan dan penjelelasannya dtng dri Allah sehinga ada saling
bertentangan satu dgn lainnya Q.S Al-qiamah 16:19 Q.S 4.82 Jangan bawa hawa
nafsumu Q,S 53.3:4 landsannya:wahyu tujuannya:jannah pahami dulu siap
aplikasikan baru islam terachir Ihsan=hasil=nilai
YULI 10-09-2011 08:27:17

BAGAIMANA CARA MENGATASI ANAK YG NAKAL SUSAH DIATUR
Anonymous 28-09-2010 02:52:32


tentang wudhu
Umi Arka 22-09-2011 20:56:55

assalamualaikum, wr.wb
mohon bantuannya tentang wudhu, apakah batal wudhunya
apabila kita bersentuhan dengan suami kita sendiri???
adakah hukumnya di dalam
Al Qur'an???
jazakallah...
an nisa 43
iwan 23-09-2011 03:14:55

berdasarkan al Quran surah an nisa ayat 43 terdapat kalimat lamas-tumun-nisa'
yang berarti berhubungan intim, dimana Allah dalam menjelaskan soal tersebut
menggunakan kalimat yang halus atau tidak vulgar. jika diartikan bersentuhan
maka siapa muhrimnya tidak jelas dan bagian tubuh mana juga tidak jelas serta
banyak hadits dengan serajat shohih yang menyatakan bahwa bersentuhan tidak
batal kecuali berhubungan intim
Anonymous 08-12-2011 22:11:33


hukumnya
ican plur 08-12-2011 23:03:56

singkat cerita kemarinkan istri sya di minta bantuan masak oleh tetangga yg
nonmuslim..masak daging..di tanya ama istri daging apa ini..kata ttga tsb daging
sapi..tmpa ada rasa curiga..istri sya pulang kermh dgn hati bertanya2 dging apa
tdi,ko'teksturnya beda.ngak sma yg ia msk daging sapi selama ini..lantas sya
bertanya kpd tetangga nonmuslim yg lain.ttng dging tsb..jwbnya mengarah ke
b2..jdi pertanyaanya apa hukumanya jika itu betul2 dging b2..krna udh sempat
sedikit mencicipinya..?
buat mas ican plur 12-12-2011 06:56:12

di dalam islam ada tiga perbuatan yang tidak dikenakan dosa yaitu :
1. Tidak
sengaja
2. Tidak tahu
3. Terpaksa
Sepertinya istri anda tergolong dalam
perbuatan yang kedua. (mudah2an bisa difaham)
tentang poligami
ynx 27-12-2011 17:49:21

Apakah Alloh menganjurkan poligami???
Mohon jawaban yang masuk akal.
buat ynx
panpel 28-12-2011 08:00:14

merupakan fitrah laki2 mempunyai sifat poligami yaitu berkeinginan terhadap
lebih dari satu wanita, untuk itulah Allah mengatur dalam Quran surah An Nisa
(4) ayat 3, untuk menikahi wanita yang bisa menyenangkan hati. Selanjutnya dalam
rumah tangga,kepala keluarga berkewajiban menyatukan istri2nya menjadi satu
kesatuan yang harmonis dan berlaku adil terhadap istri2nya. tapi seandainya sang
kepala keluarga tidak mampu berlaku adil maka lebih baik dia menikahi satu
wanita saja, agar dia tidak berbuat aniaya
mau nannya
ringgit 31-01-2012 15:25:36

syaikh , saya ingin bertanya kepada anda tentang hukum dan aturan anak dan orang
tua yang berbeda agama, alhamdulilah saya menjadi islam sekarang, di berikan
hidayah oleh Allah Swt , permasalahaannya orang tua saya sudah meninggal
beberapa bulan yang lalu, di situasi ini keluarga saya yang non muslim ingin
mengadakan sebuah peringatan 40hr ibu saya tapi dengan melalui ritual agama non
islam, nah syaikh, dalam situasi ini apa hukum nya dan apa yang harus saya
lakukan, apakah saya harus membantu secara financial keluarga saya yang non
muslim untuk memperingati dan mendoakan orang tua saya secara non muslim, saat
ini saya pun ragu untuk membantu, tapi saya pun tak ingin mendapat fitnah dari
keluarga saya yang lain, lalu apa yang harus saya lakukan ? apa hukumnya jika
saya membantu secara financial saja, terimakasih, mohon balesan secepatnya..
buat mas ringgit
panpel 01-02-2012 08:35:49

Alhamdulillah saudara mendapatkan hidayah Islam dari Allah SWT (Yunus 10, ini
berarti sudah ada hijab antara anda dan keluarga anda yang non muslim, Islam
melarang saudara bekerja sama dg mereka dalam masalah Ad Din (kalau bekerja sama
dalam hal urusan dunia, tidak ada larangan dalam Islam). Kalau Almarhumah ibu
saudara non muslim saudara juga dilarang untuk mendo'akannya. Rasulullah
Muhammad pernah ditegur oleh Allah karena beliau mendo'akan almarhum pamannya
tersayang yang belum Islam, kemudian Allah juga menegur Rasulullah Nuh AS yang
mendo'akan istri dan anaknya yang kafir ketika ditenggelamkan Allah. Tapi Allah
menyuruh saudara tetap berbuat baik terhadap kedua orang tua saudara yang masih
hidup selama didunia ini (Luqman 14).
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B)
:evil::silly::dry::lol::kiss:
:D:pinch::(:shock::X
:side::):P:unsure::woohoo:
:huh::whistle:;):s:!:
:?::idea::arrow:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Move
-

Tafseer Qur'an

Top Headline

Petunjuk Al Qur-an Allah telah memberikan amtsal dalam Surah Al Baqrah 247-248, sebagai berikut : "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka : "Sesungguhnya telah Dia bangkitkan untuk kamu sekalian Thalut sebagai raja", mereka berkata: "Apakah bisa terjadi bagi dia...

Read More...

Petunjuk Dalil Firman Allah dalam Surah Al Maidah 67 sebagai berikut: "Wahai Rasul! Sampaikanlah segala apa yang di turunkan kepadamu dari Robb kamu, Dan jika tidak kamu kerjakan , maka (berarti) tiadalah kamu menyampaikan risalah-Nya  dan Allah itu memelihara...

Read More...

Petunjuk Al Qur-an Firman Allah dalam surah Ali Imron 200, sebagai berikut: "Wahai orang-orang yang beriman!, Bershabarlah kalian dan tuntutlah keshabaran dan bersiagalah dan bertaqwalah. Mudah-mudahan kalian bahagia" Analisa Ringkas Dalam perkataan "shabar"...

Read More...

Petunjuk dan Pentelaahannya Sebagaimana telah difaham bahwa perkataan "Taqwa" dalam al Qur-an meurut kaidah Ilmu Tafsir disebut "Lafadz  Al Musytarak Fihi", didalam pengertiannya bermuatan makna yang berbeda-beda meurut kedudukan ayat,yang bertujuan agar hamba...

Read More...

Latest News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Latest Articles

  • MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH"  berasal dari perkataan " 'ADDUN" , "  'ADADUN"  yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
  • Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Contact Information

Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078

Site Counters

Visits today: 37
Visits yesterday: 50
Visits this month: 328
Visits total: 4941
Max.daily visits: 108
Max.monthly visits: 2442
- occurred: 2011-12
Pages total: 67910
Data since: 2011-12-01
Banner
Banner
Banner
Banner

Login Form