Rasul juga memberikan tuntunan perihal khilafah. Dalam sebuah haditsnya dinyatakan bahwa masa khilafah (Khulafaurrasyidin) mempunyai batasan selama 30 tahun. Dimulai dari Abubakar Assiddiq sampai Ali bin Abi Tholib. Selepas itu disebut Malikan (raja-raja). Pada masa kerajaan ini khalifah tidak muncul lagi-meski disebut sejarah sebagai khalifah- tapi peradapan Islam terus maju dan menyebar luas. Sampai akhirnya pada zaman Al Makmun, ajaran Islam mulai tercampur dengan buah fikiran manusia. Ditandai dari diterjemahkannya kitab-kitab dari pemikir-pemikir Yunani oleh 80 orang Yunani yang ahli bahasa arab atas perintah Al Makmun. Kitab-kitab ini berisi ajaran-ajaran yang bid’ah yang sampai sekarang masih dipakai oleh sebagian besar umat Islam kita yaitu antara lain yang dikenal sampai sekarang adalah Kitab Kuning. Akibatnya sampai saat ini umat Islam merasa kesulitan dalam upaya mengembalikan khilafah kenabian dan mencari kebenaran Islam yang sesungguhnya.
Dalam upaya mencari inilah yang dinamakan jihad yaitu bekerja keras untuk mencari kebenaran Islam dan sunah rasul yang shohih, orang-orang inilah insyaAllah nantinya akan diangkat oleh Allah menjadi khalifah dimuka bumi ini, karena orang-orang yang berjihad fillah inilah yang digelari Allah umat pilihan [Qs. Al Hajj:78], mereka mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mendakwahkan Islam dengan hujjah. [Qs.An Nahl :125]. Dalam Islam dakwah tidak sama dengan debat ( جَدَلْ ), dakwah ditujukan untuk semua ummat manusia, sedangkan debat/jadal ditujukan untuk orang kafir ahli kitab.Â
Isyarat dari Al Qur-an
Sebagaimana telah difaham,bahwa Al Qur-an telah memberikan beberapa isyarat penting untuk menjadi dasar petunjuk, antara lain :
a. Dalam surah Al Isra : 45-46
ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ قَرَأْتَ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’آنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذÙينَ لا ÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ Ø¨ÙØ§Ù„Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù ØÙجَابًا مَسْتÙورًا .٤٥ وَجَعَلْنَا عَلَى Ù‚ÙÙ„ÙوبÙÙ‡Ùمْ Ø£ÙŽÙƒÙنَّةً أَنْ ÙŠÙŽÙْقَهÙوه٠وَÙÙÙŠ آذَانÙÙ‡Ùمْ وَقْرًا ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ ذَكَرْتَ رَبَّكَ ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’آن٠وَØÙ’دَه٠وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارÙÙ‡Ùمْ Ù†ÙÙÙورًا .٤٦
"45.Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup.46. Dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. dan apabila kamu menyebut Robbmu saja dalam Al Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya."
Dari ayat diatas jelas bahwa upaya pengembalian kepada Hukum Al Qur-an pasti Robb buatkan hijab yang tersembunyi, dan membuat kaum eklektisisme dan kaum pluralis menolak dengan segala cara.
b. Dalam Surah Al Isra’ : 9
Ø¥Ùنَّ هَذَا Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’آنَ يَهْدÙÙŠ Ù„ÙلَّتÙÙŠ Ù‡ÙÙŠÙŽ Ø£ÙŽÙ‚Ù’ÙˆÙŽÙ…Ù ÙˆÙŽÙŠÙØ¨ÙŽØ´ÙÙ‘Ø±Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ الَّذÙينَ يَعْمَلÙونَ Ø§Ù„ØµÙ‘ÙŽØ§Ù„ÙØÙŽØ§ØªÙ Ø£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ أَجْرًا كَبÙيرًا .Ù©
"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar."
Dari ayat diatas jelas bahwa kemukjizatan Al Qur-an secara pasti akan dapat mengatasi permasalahan keummatan, dan memberikan petunjuk langkah secara pasti yang positif dan akurat.
c. Dalam Al Qur-an Surah Az Zumar : 3
أَلا Ù„Ùلَّه٠الدÙÙ‘ÙŠÙ†Ù Ø§Ù„Ù’Ø®ÙŽØ§Ù„ÙØµÙ …………..Ù£
"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah Ad Dien yang bersih (dari syirik)..............."
Ayat diatas menunjukkan bahwa ad- Din dari Allah tidak boleh dikotori oleh hawa nafsu manusia dengan alasan apapun.
Batasan dari Al Qur-an
Dengan memahami beberapa isyarat tersebut, dalam keterkaitan dengan “Hukum Jadal†adalah bukan ditujukan kepada umum disembarang tempat. Misalnya hokum Allah didebatkan dengan hukum produk fikiran manusia. Maka tidak akan pernah bertemu. Apalagi hukum produk fikiran manusia “dikawinkan†dengan hukum dari Allah, ini tidak pernah dibenarkan [Qs. 2:42], karena disamping membuat orang berkecendrungan berpandangan subjectivisme histories yang bisa menimbulkan kebangggan golongan (sosio centrisme) [Qs.23:53]. Selain itu juga berakibat menimbulkan kesesatan yang tidak pernah orang menyadarinya [Qs.18:103-104]. Oleh karena itu Allah melarang melakukan atau menerima ajakan untuk bermujadalah dengan orang yang menenetang suara nuraninya demi pelampiasan ambisinya, sebagaimana diterangkan dalam surah An Nisa 107-108, sebagai berikut:
وَلا ØªÙØ¬ÙŽØ§Ø¯Ùلْ عَن٠الَّذÙينَ يَخْتَانÙونَ أَنْÙÙØ³ÙŽÙ‡Ùمْ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ لا ÙŠÙØÙØ¨Ù‘٠مَنْ كَانَ خَوَّانًا Ø£ÙŽØ«Ùيمًا .Ù¡Ù Ù§  يَسْتَخْÙÙونَ Ù…ÙÙ†ÙŽ النَّاس٠وَلا يَسْتَخْÙÙونَ Ù…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠وَهÙÙˆÙŽ مَعَهÙمْ Ø¥ÙØ°Ù’ ÙŠÙØ¨ÙŽÙŠÙّتÙونَ مَا لا يَرْضَى Ù…ÙÙ†ÙŽ الْقَوْل٠وَكَانَ اللَّه٠بÙمَا يَعْمَلÙونَ Ù…ÙØÙيطًا .Ù¡Ù Ù¨
"107. dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,
108. mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, Padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. dan adalah Allah Maha meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan."
Sedangkan kebolehan melakukan jadal itu hanya dikhususkan kepada Ahli Kitab, dan itupun harus tepat waktu dan dengan cara yang sebaik-baiknya, karena Al Qur-an itu posisinya membenarkan dan menyempurnakan Kitab-Kitab dari Allah yang terdahulu. Sebagaimana diterangkan dalam surah Al ‘Ankabut 46-47, sebagai berikut:
وَلا ØªÙØ¬ÙŽØ§Ø¯ÙÙ„Ùوا أَهْلَ Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨Ù Ø¥Ùلا Ø¨ÙØ§Ù„َّتÙÙŠ Ù‡ÙÙŠÙŽ Ø£ÙŽØÙ’سَن٠إÙلا الَّذÙينَ ظَلَمÙوا Ù…ÙنْهÙمْ ÙˆÙŽÙ‚ÙولÙوا آمَنَّا Ø¨ÙØ§Ù„َّذÙÙŠ Ø£ÙنْزÙÙ„ÙŽ Ø¥Ùلَيْنَا ÙˆÙŽØ£ÙنْزÙÙ„ÙŽ Ø¥ÙلَيْكÙمْ ÙˆÙŽØ¥ÙÙ„ÙŽÙ‡Ùنَا ÙˆÙŽØ¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙÙƒÙمْ وَاØÙدٌ ÙˆÙŽÙ†ÙŽØÙ’Ù†Ù Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùونَ .٤٦  وَكَذَلÙÙƒÙŽ أَنْزَلْنَا Ø¥Ùلَيْكَ Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨ÙŽ ÙَالَّذÙينَ آتَيْنَاهÙÙ…Ù Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨ÙŽ ÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ بÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ…Ùنْ هَؤÙلاء٠مَنْ ÙŠÙØ¤Ù’Ù…Ùن٠بÙه٠وَمَا يَجْØÙŽØ¯Ù Ø¨ÙØ¢ÙŠÙŽØ§ØªÙنَا Ø¥Ùلا الْكَاÙÙØ±Ùونَ .Ù¤Ù§
“46. dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan Katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan Kami dan Tuhanmu adalah satu; dan Kami hanya kepada-Nya berserah diri.
47. dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran). Maka orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al Quran)dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. dan Tiadalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir.â€
Maka jelas bahwa “jadal†itu hanya ditujukan untuk menghadapi Ahli Kitab, dan bukan untuk menghadapi permasalahan hukum yang bersumber dari buah fikiran manusia, karena pada dasarnya Rasul telah melarang penggunaan fikiran untuk mendominasi Hukum Allah. Sesama muslim dibenarkan untuk bermunadharah, yaitu mencari titik temu dari beberapa dalil sehingga mendapat maksud yang benar. Tujuannya mencari kebenaran bukan mempertahankan pendapat pribadi.
| Comments |
|
|
|
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Tafseer Qur'an
Petunjuk Al Qur-an Allah telah memberikan amtsal dalam Surah Al Baqrah 247-248, sebagai berikut : "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka : "Sesungguhnya telah Dia bangkitkan untuk kamu sekalian Thalut sebagai raja", mereka berkata: "Apakah bisa terjadi bagi dia...
Read More...Petunjuk Dalil Firman Allah dalam Surah Al Maidah 67 sebagai berikut: "Wahai Rasul! Sampaikanlah segala apa yang di turunkan kepadamu dari Robb kamu, Dan jika tidak kamu kerjakan , maka (berarti) tiadalah kamu menyampaikan risalah-Nya dan Allah itu memelihara...
Read More...Petunjuk Al Qur-an Firman Allah dalam surah Ali Imron 200, sebagai berikut: "Wahai orang-orang yang beriman!, Bershabarlah kalian dan tuntutlah keshabaran dan bersiagalah dan bertaqwalah. Mudah-mudahan kalian bahagia" Analisa Ringkas Dalam perkataan "shabar"...
Read More...Petunjuk dan Pentelaahannya Sebagaimana telah difaham bahwa perkataan "Taqwa" dalam al Qur-an meurut kaidah Ilmu Tafsir disebut "Lafadz Al Musytarak Fihi", didalam pengertiannya bermuatan makna yang berbeda-beda meurut kedudukan ayat,yang bertujuan agar hamba...
Read More...Latest News
-
Terkait Penghancuran Masjid Al I Ikhlas, Korban Kekerasan & Penculikan Oknum Aparat mengadu ke POLDA SUMUT Rabu, 5 Oktober 2011, Sekitar 15 orang perwakilan dari Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid Al Ikhlas, Jl Timor Medan bersama Tim Pembela...
-
Konspirasi di balik fatwa MUI : Vaksin Imunisasi halal dan baik! Ada catatan penting yang tertinggal pasca Aksi dan Orasi Stop Vaksin yang diadakan oleh Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-pada hari...
- 1
- 2
- 3
- 4
Latest Articles
-
MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH" berasal dari perkataan " 'ADDUN" , " 'ADADUN" yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
-
Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
- 1
- 2
- 3
- 4
Contact Information
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Site Counters
| Visits today: | 42 |
| Visits yesterday: | 50 |
| Visits this month: | 333 |
| Visits total: | 4946 |
| Max.daily visits: | 108 |
| Max.monthly visits: | 2442 |
| - occurred: | 2011-12 |
| Pages total: | 68106 |
| Data since: | 2011-12-01 |














