Perihal Mudzakarah Ulama
Sesungguhnya bila kita memperhatikan beberapa sinyalemen dari Al Qur-an perihal manusia-manusia yang senantiasa berusaha memadamkan “cahaya” Allah yang artinya Dinnul Islam, maka jelas sekali ada dua golongan besar dari mereka, yaitu :
1. (Qs. 61: 8 dan Qs. 22 : 72) yaitu Qoum Ahli Kitab : Yahudi dan Nasrani
2. (Qs. 3 : 118-120 dan Qs. 4 : 91) yaitu Qoum Munafiq.
Mereka inilah sebagai “qoum penguji” bagi ummat mu’min agar nampak jelas perbedaan antara kelompok kuffar, munafiq, dan hamba yang beriman. Di akhirat kelak masing kelompok ini akan mendapatkan berita atau hujjah yang jelas dan dibalasi Allah sesuai amalan masing-masing sewaktu di dunia. Oleh karena itu berbahagialah bagi hamba Allah yang bersungguh-sungguh dan bersabar dalam mengawal dan membela “cahayaNya” tersebut. (Qs. 47 : 31).
Selain mengingatkan tentang konsekuensi iman yang pasti berhadapan dengan keingkaran, maka Al Qur-an menjelaskan pula kepada kita ummat Muhammad Rosulullah tata cara mengantisipasi setiap program mereka.(Qs. 41 :34). Dengan beberapa alasan tentang kepastian ketepan Allah di alam Dunia dan Akhirat, yaitu :
1. Qs.39:3
2. Qs.9:33
3. Qs. 24:55
Petunjuk Pokok
“Wahai orang beriman! Masuklah kamu dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithon, karena sesungguhnya ia itu bagi kamu adalah musuh yang nyata” (Qs. Al Baqoroh : 208).
Ayat tersebut bila ditelaah berdasarkan ayat sebelum dan sesudahnya adalah merupakan petunjuk yang tegas dengan maksud yang jelas, antara lain :
a. Ayat tersebut ditekankan pada khususnya kepada “al’Ulama”, sebagai hamba yang peka terhadap factor lingkungan bagi “proses sinkronisasi” atas dasar al Qur-an Surah Father Ayat 28.
b. Sebagai “pembeda” antara haq dengan yang bathil sebagaimana al Qur-an Surah Al Baqoroh Ayat 42 dan antara mukmin dengan orang yang tidak beriman dengan akherat sebagaimana al Qur-an Surah Al-Isro Ayat 45.
c. Menjelaskan berbagai kemadlorotan daripada pola syaithon, yaitu menejemen Jibti dan metode operasional Thoghut sebagaimana dijelaskan dalam al Qur-an Surah An-Nisa Ayat 51.
d. Untuk memberikan ketegasan tentang keberadaan system yang mutlaq dan wajib dipedomani oleh mukmin seperti tertuang dalam al Qur-an Surah Al-An’am Ayat 153.
Dengan yang tersebut maka pengertian dari perkataan “fis silmi ka-ffatan” adalah “fil ittifa-qul ‘ulama” (:suatu bentuk kesepakatan ‘Ulama) melalui metode “Mudzakarah” yang berarti mengingatkan berdasarkan dalil yang jelas dan bukan kaidah dari hasil buah fikiran.
Pembahasan
Untuk difaham bahwa perkataan “Mudzakarah” itu bersifat mengingatkan, yang dengan itu akan dapat membangkitkan rasa kesemangatan yang dilandasi Kebenaran Dinullah atas dasar dalil yang jelas, agar tidak menimbulkan kesemangatan yang bersifat obscure (:menggebu buta). Oleh karena itu wajib dimotivasi dengan keterangan-keterangan yang jelas, antara lain :
A. Faktor “sejarah”, yang dengan itu akan dapat mengambil i`tibar dari berbagai kisah nyata dari perjuangan ummat terdahulu dalam upaya menuju tegaknya Kalimatullah sebagaimana tuntunan al Qur-an Surah Ali-Imron Ayat 137. Dan juga untuk mengkaji secara detail tentang langkah dan tahapan yang akan dilalui menuju janji Allah yang tertuang di al Qur-an Surah Al-Hasyr Ayat 2.
B. Ketetapan “Sunnatullah” tentang perjalanan sejarah bangunan Khilafah pada phase pertama, yang perjalanan awal diproses berdasarkan petunjuk Taurat atas Musa, kemudian berakhir dengan perutusan Isa dengan wahyu Allah dalam Injil, “sebagai pembatas” yang dijelaskan al Qur-an Surah Az-Zukhruf Ayat 61. Kemudian untuk selanjutnya akan masuk perjalanan phase kedua yang diproses dan dipandu oleh Rasulullah Muhammad saw atas dasar al Qur-an Surah Ali-Imron Ayat 68 dengan berlandaskan petunjuk wahyu Allah yaitu al Qur-an, menuju gambaran akhir yaitu Daulah Islam mendunia seperti dalam al Qur-an Surah At-Taubah Ayat 33 dalam bangunan ketetapan Allah, yaitu “Khilafatul Muslimin” sampai akhir perjalanan zaman sebagaimana digambarkan dalam al Qur-an Surah An-Nur Ayat 55.
C. Mengingatkan kepada ‘Ulama terhadap “Kepastian Kekuasaan Allah” terhadap sikap angkara murka yang menimbulkan penderitaan ummat berkepanjangan, sehingga memunculkan “jeritan nurani kemanusiaan” sebagaimana al Qur-an Surah Al-Baqoroh Ayat 214. Maka Allah akan bangkitkan pemimpin-pemimpin berkaliber dunia atas idzinNya, justru dari kalangan ummat yang tertindas sebagaimana al Qur-an menceritakannya di Surah Al-Qoshosh Ayat 5.
Dengan beberapa keterangan tersebut, membuktikan bahwa Sejarah Rumpun Melayu mempunyai untaian penjelasan yang spesifik, bahwa istilah “Rumpun Melayu adalah identik dengan Islam”, dan bahkan Rabithah Alam Islami telah memberikan sinyal, bahwa kebangkitan Islam mendunia diharapkan dari Rumpun Melayu.
Oleh karena itu petunjuk dalil pokok kajian tersebut bermuatan penjabaran makna yang luas, maka harapan dan upaya dengan melalui proses Mudzakarah ‘Ulama Serumpun Melayu, semoga kiranya dibenarkan Allah sebagai langkah awal yang pasti berguna menjemput kedatangan Janji Allah.-
| Comments |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Tafseer Qur'an
Petunjuk Al Qur-an Allah telah memberikan amtsal dalam Surah Al Baqrah 247-248, sebagai berikut : "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka : "Sesungguhnya telah Dia bangkitkan untuk kamu sekalian Thalut sebagai raja", mereka berkata: "Apakah bisa terjadi bagi dia...
Read More...Petunjuk Dalil Firman Allah dalam Surah Al Maidah 67 sebagai berikut: "Wahai Rasul! Sampaikanlah segala apa yang di turunkan kepadamu dari Robb kamu, Dan jika tidak kamu kerjakan , maka (berarti) tiadalah kamu menyampaikan risalah-Nya dan Allah itu memelihara...
Read More...Petunjuk Al Qur-an Firman Allah dalam surah Ali Imron 200, sebagai berikut: "Wahai orang-orang yang beriman!, Bershabarlah kalian dan tuntutlah keshabaran dan bersiagalah dan bertaqwalah. Mudah-mudahan kalian bahagia" Analisa Ringkas Dalam perkataan "shabar"...
Read More...Petunjuk dan Pentelaahannya Sebagaimana telah difaham bahwa perkataan "Taqwa" dalam al Qur-an meurut kaidah Ilmu Tafsir disebut "Lafadz Al Musytarak Fihi", didalam pengertiannya bermuatan makna yang berbeda-beda meurut kedudukan ayat,yang bertujuan agar hamba...
Read More...Latest News
-
Terkait Penghancuran Masjid Al I Ikhlas, Korban Kekerasan & Penculikan Oknum Aparat mengadu ke POLDA SUMUT Rabu, 5 Oktober 2011, Sekitar 15 orang perwakilan dari Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid Al Ikhlas, Jl Timor Medan bersama Tim Pembela...
-
Konspirasi di balik fatwa MUI : Vaksin Imunisasi halal dan baik! Ada catatan penting yang tertinggal pasca Aksi dan Orasi Stop Vaksin yang diadakan oleh Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-pada hari...
- 1
- 2
- 3
- 4
Latest Articles
-
MASSA 'IDDAH Pengertian " 'IDDAH"Â berasal dari perkataan " 'ADDUN" , "Â 'ADADUN"Â yang berarti bilangan, hitungan, hisab" ; Atau berasal dari perkataan " 'ADDA...
-
Kewajiban Dalam Kebenaran Petunjuk al Quran Dalam surah al Kahfi ayat 29, sebagai berikut : “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; Maka barangsiapa yang ingin...
- 1
- 2
- 3
- 4
Contact Information
Komp. Yayasan AKUIS Pusat, Jl. Raya Palembang - Betung Km. 14 Sukajadi, Talang Kelapa, Banyuasin
Palembang, Sumatera Selatan 30761
Indonesia
+62-711-432479
Fax: +62-711-432479
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Anda dapat menyalurkan infaq anda utk menunjang program panitia melalui: Bank Syari'ah Mandiri Capem 16 Ilir Palembang No. Rek: 0980010078
Site Counters
| Visits today: | 41 |
| Visits yesterday: | 50 |
| Visits this month: | 332 |
| Visits total: | 4945 |
| Max.daily visits: | 108 |
| Max.monthly visits: | 2442 |
| - occurred: | 2011-12 |
| Pages total: | 68093 |
| Data since: | 2011-12-01 |














