Awalnya Negeri Muslim ini mulai dibangun pada tahun 1933 dengan Nama Republik Islam Turkistan Timur. Kemudian pada tahun 1944 secara resmi dideklarasikan dengan nama Republik Turkistan Timur. Lalu tentara komunis Cina mencaplok negeri ini pada tahun 1946-1949. Setelah pendudukan ini, pemerintah komunis cina merubah nama negeri muslim ini menjadi provinsi Xinjiang Uyghur dengan diberi otonomi beragama dibawah pengawasan ketat pemerintah kafir komunis.
Akibat penjajahan ini, sejak tahun 1949 hingga saat sekarang sudah jutaan saudara muslim kita di sana hilang, atau dibunuh oleh rezim komunis cina. Dalam konflik terbaru saja sudah 3.721 saudara-saudara muslim yang menjadi martir di Urumqi, Turkestan Timur. Kamar mayat Cina sekarang penuh. Mereka menguburkan secara massal para martir dengan buldoser. Pembantaian ribuan ummat Islam ini sudah direncanakan jauh sebelumnya oleh mereka.
Kekayaan berbagai sumber daya Alam di perut bumi Turkistan menjadi salah satu daya tarik Komunis Cina untuk menginvasinya. Kekayaan alamnya terus dieksploitasi sementara ironisnya rakyat muslimnya dilimpahi kesengsaraan. Korban pembantaian rezim komunis cina baik oleh militer atau kebijakan politik yang mengantar rakyat mati kelaparan hingga saat ini terus meningkat hingga jumlah yang mengerikan, yaitu 35 juta penduduk.
Pembantaian terhadap bayi pun tak kurang kejamnya. Rezim komunis cina mengeluarkan undang-undang pembatasan kelahiran. Ribuan ibu-ibu muslim yang hamil dipaksa melakukan pengguguran kandungannya guna menekan pertumbuhan penduduk muslim Turkistan.
Upaya mereka tidak hanya itu, namun dengan pemusnahan etnis dan migrasi penduduk cina, maka akibatnya perbandingan populasi umat Islam dengan komunis cina berubah pesat. Jika pada tahun 1953 ummat Muslim 75 persen berbanding cina komunis 6 persen, namun sampai tahun 1990 tercatat tinggal 40 persen saja Ummat Muslim dan komunis cina 53 persen.
Selain itu sejak tahun 1964 telah dilakukan sekurangnya 50 kali uji senjata nuklir di wilayah ini. Akibatnya 210 ummat Muslim tewas, sedang ribuan lainnya menderita cacat tubuh dan terjangkit kanker. Sedangkan sekitar 20 ribu bayi lahir dengan kondisi tidak normal alias cacat.
Inilah gambaran jelas satu ujian yang kita hadapi saat ini diantara beberapa wilayah negeri-negeri muslim lainnya. Tentunya kita selaku ummat muslim dituntut Allah untuk peduli penderitaan bagian batang tubuh kita tersebut. Maka kita ummat muslim dengan dipimpin para alim ulama kiranya perlu untuk membuat langkah-langkah penyelamatan dan pertolongan bagi saudara kita tersebut. Salah satunya dengan langkah kita panjang ke depan dengan mengupayakan bersepakatnya ulama sedunia melalui program Mudzakarah Ulama bagi menyatunya dunia Islam menyongsong tegaknya kejayaan dan kewibawaan ummat Islam di bawah Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwah yang telah dijanjikan Allah setelah masa-masa ujian yang sulit seperti saat ini. Bukankah Dia telah berjanji :
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥)إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧)وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (٨)
“karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Qs. Al Insyiroh 5-8).
Sumber : http://www.eastturkestan.net
| Comments |
|
|
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|

