Mengapa dalam kepengurusan DP3MU selalu diadakan pengembangan?
Jawab
Lahirnya DP3MU adalah melalui proses tadabbur al Qur-an yang menjadi program utama Yayasan Amanat Kesejahteraan Ummat Islam atau YAP, dengan maksud mengentaskan yang tersebut dalam al Qur-an Surah Hud Ayat 116 yaitu "Ulu Baqiyah" (:kelompok sisa), yang terdiri dari Ulama Intellektual dan Intellektual Ulama. Dengan itu muncul rasa peduli terhadap perkembangan keadaan dan mempunyai wawasan serta sikap yang dipandukan Rasulullah SAW menurut al Qur-an Surah At- Taubah Ayat 128. Kemudian secara kebersamaan bertugas mensosialisasikan al Qur-an seperti perintah Allah dalam al Qur-an Surah Al Qoshosh Ayat 85 dan berupaya untuk mengumpulkan para Ulama yang waro' seperti dijelaskan dalam al Qur-an Surah Fathir Ayat 28, untuk diajak melaksanakan ittifaq (:Mudzakarah) Ulama sebagaimna diperintahkan dalam al Qur-an Surah Al Baqoroh Ayat 208. Maka langkah pengembangan dalam kepengurusan itu bertujuan untuk mengerucutkan wawasan dalam menuju titik terang bagi seluruh yang tergabung dalam DP3MU.
Benarkah DP3MU dalam mengupayakan pelaksanaan Mudzakarah Ulama tidak membeda-bedakan keberadaan firqoh dalam Islam ?
Jawab
Yang dipedomani oleh pengurus DP3MU adalah para Ulama yang satu pernyataan berdasarkan Hadits Shohih, yaitu "Rodlitu billahi robban, wabil Islami dinan, wabi Muhammadin Nabiyyan wa Rasulan" karena masalah firqoh adalah "urusan Allah" yang merupakan hak absolut bagiNya, hal ini jelas sekali dalam al Qur-an Surat Al An'am Ayat 159; Inilah satu-satunya jalan menuju kesatuan Dunia Islam secara utuh dan kuat sebagai awal kesiapan para Ulama dan ummat Islam dengan pedoman al Qur-an Surah Al Anfal Ayat 78, bagi langkah selanjutnya yaitu menjemput keadaan yang ditetapkan dalam janji Allah yang tidak dapat direkayasa oleh pikiran (;ra'yu) seperti diterangkan dalam al Qur-an Surah Al Hasyr Ayat 2.
Apakah yang menjadi target dari perjalanan DP3MU?
Jawab
Target dari program DP3MU adalah terlaksananya Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu sampai dengan tingkat Dunia yaitu Mudzakarah Ulama Sedunia, karena hal ini adalah perintah Allah yang terdapat dalam al Qur-an Surah Al Baqoroh Ayat 208. Dalam hal ini sangat menuntut kepiawaian para Ulama dalam kebersamaannya, antara lain :
a. Kemauan dan kemampuan dalam menepati menejemen al Quran sebagaimana tuntutan dalam al Qur-an Surah Al Furqon Ayat 52 dengan wujud langkah yang jelas dibenarkan Allah dan Rasulullah yaitu al Qur-an Surah Al An'am Ayat 156. Dan bukan melaksanakan menejemen jibthi dengan pola sistem thoghut sebagaimana al Qur-an Surah An Nisa Ayat 51.
b.Mendambakan kesaksian Allah disisiNya sebagaimana dituntunkan dalam al Qur-an Surah Ali Imron Ayat 53. Dan bukan mengikuti pola sistem kaum yang mengalami de-humanisasi yang dalam seluruh perilakunya menonjolkan sikap hedonisme intellektual seperti penjelasan dalam al Qur-an Surah Ad Dahr Ayat 27.
c. Mewaspadai terhadap pola kiprah kafirin yang mengorbitkan sembilan aktor intellektual yang dimotori berbagai bentuk mafia yang dijelaskan al Qur-an Surah An Naml Ayat 48 dan 49. Maka untuk mengatasinya sangat menuntut kemampuan para Ulama dalam melaksanakan sosialisasi al Qur-an sebagaimana diperintahkan dalam al Qur-an Surah Al Qoshosh Ayat 85, melalui penyampian yang terang, gamblang, jelas, tegas dan lugas, karena Kebenaran itu adalah hak atas ummat manusia keseluruhan yang dinyatakan dalam al Qur-an Surah Yusuf Ayat 108.
| Comments |
|
|
|
|
|
|
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev |
|---|

