إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمۡ يَرۡتَابُواْ وَجَـٰهَدُواْ بِأَمۡوَٲلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ
(Qs.49:15)

Koreksi Ilmiah Terhadap Politik

Posted by | Artikel | No Comments

Istilah politik dengan siyasah umumnya ditafsirkan sama saja makna antara keduanya, hanya berbeda sumber bahasanya saja. Hanya saja jika secara cermat diteliti, maka jelas diantara keduanya terdapat sifat antagonistic.

Keberadaan Sifat Antagonistic
Sesungguhnya “politik” yang dicetuskan Plato murid Socrates pada 400 tahun sebelum masehi, berpijak dari sejarah Yunani kuno yang diangkat pemerintahan bangsa Eropa (barat) sebagai falsafah hidup dengan Plato sebagai guru besarnya. Maka juga berarti penentangan terhadap Filsafat Plato sebagai serangan terhadap basis kultur dan filsafat barat (western). Inti ajaran plato adalah superioritas kaum pria, inferioritas kaum wanita, dan pelecehan terhadap kaum terdidik (pemuka agama ; pemimpin persatuan dagang). Konsep inilah yang menjadi dasar berdirinya PBB yang memisahkan antara agama dengan Negara.

Kenyataan yang pasti adalah konsep tentang kemurnian ras, sehingga bangsa-bangsa barat merasa sebagai “ras unggulan”, kemudian menindas bangsa semit dan seluruh bangsa berkulit hitam. Selain mereka dianggap makhluk kotor yang boleh dibasmi. Dengan demikian orang – orang kafir dari bangsa barat senantiasa berupaya menjajah bangsa – bangsa asia dan afrika.

Demikianlah sebuah kenyataan berdasarkan fakta sejarah, oleh karena itu langkah perjuangan Umat Islam wajib menapakkan kakinya pada kaidah siyasah dan bukan filsafat politik. Kita tidak boleh melupakan fakta sejarah, sehingga dengan itu dapatlah kita meletakkan kedudukan Al Quran secara benar.

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Qs.3:137-138)

Pengkajian Siyasah
Berdasarkan petunjuk Al Quran Surah Al Hajj ayat 78 dan Al Jatsiyah ayat 18, serta Al Hadits tentang Ra’un, maka dalam pengkajiannya sebagai berikut:
A. Siyasah berasal dari kata “sa-sa ; yasu-su; siya-satan”, atau sejalan dengan perkataan “sa-isun” jamaknya “sa-satun”, artinya : yang mengembala ; yang memimpin.

B. Murodlibnya adalah :
Tadbi-run : menjadikan merdeka dan dipelihara; mengatur
Ida-ratun, tashrif dari “da-ra” : beredar; melengkung (Al Hadits)
Ra-un : Pemimpin; pengembala (Al Hadits)

C. Berdasarkan HR. Muslim 1842 dan Bukhari 3455 pada kata “tasu-suhum al anbiya”. Bahwa siyasah yang diterapkan nabi-nabi pada Bani Israil bersumber dari wahyu Allah sudah ada sebelum ide politik Plato, bukan buah fikiran dan nafsu manusia (filsafat).

D. Kenyataan pada perjuangan panjang partai-partai politik Islam di Aljazair, Mesir, Palestina, Indonesia, Malaysia, dan banyak lagi sangat mudah dipecah belah dan “digulung” oleh makarnya kafirin dan munafiqin seolah tanpa ada pertolongan dan pembelaan dari Allah sang pemilik aturan Islam.

Dengan demikian, kepemimpinan di dalam Islam diatur berdasarkan Hukum Islam, yaitu Al Quran dan Al Hadits shahih. Dengan itu pula dalam menetapkan system perjalannya wajib diatur berdasarkan Hukum Islam (Qs.25:52), maka inilah yang disebut siyasah.

Oleh karena itu, dalam system siyasah tidak mungkin terjadi bentuk pemerintahan Negara monarchy, aristocracy, oligarchy, plutocracy, ataupun democracy. System pemerintahan demikian itu pada intinya hanya membangun kekuasaan manusia atas manusia, kemudian secara pasti perjalanannya menuju kepada kemurkaan Allah (Qs.4:51-53). Wallahu waliyyu mukminin.

Pengaruh Hinduisme Terhadap Mythology Yunani

Posted by | Artikel | No Comments

Dalam beberapa hal dapat kita lihat persamaan dongeng atau mitos dari Hindustan dengan Yunani (Greece) termasuk dalam nama-nama pahlawan yang berasal dari bahasa sansekerta dan bahasa Greece, antara lain:

Dari Bahasa Sansekerta ke Bahasa Yunani
Hara Kala (Syiwa): Heracles
Tasha (Pengiring Syiwa): Theseus (Pengiring Heracles)
Ken-Tura (manusia kuda):Centurion
Dyaus – Pitar :Jupiter
Palasa (Perlindungan): Pallas (Dewi Kebaikan)
A-tanaia (Suci): Athena
Ma-nara-va (pemberi kekuatan): Minerva
Bala-na (angkatan perang): Bellona (Dewi Perang)
Na-pata-na (yang menguasai banjir): Neptune (Dewi Air)
Pasa-uda (yang menenangkan air): Poseidon (Dewi gempa bumi dan arus air)
Mri (pembunuh): Mars (Dewa Perang)
Plushta (Dewa Neraka): Pluto (neraka)
Pitar (bapak): Pater
Matar (ibu): Mater
Bhratar (saudara laki-laki): Frater
Kapala (kepala): Kephale
Trikona (segitiga): Trigonon
Ambu (awan – hujan): Ombros
Axas (sumbu): Axon
Acris (puncak): Akros

Nama – nama penulis terkenal

Pitha-guru (540-510 SM): Pythagoras (Ahli ilmu pasti dan filosof)
Ananga-guru (500-428 SM): Anaxagoras (filosof)
Prata-guru (585-518 SM): Protagoras (sophist)

Inilah sebagaian bukti bahwa Agama Yunani merupakan mythos yang memiliki pertalian erat dengan dongeng Hindu. Mereka mempercayai sejumlah dewa – dewa (tuhan – tuhan) yang disifatkan seperti manusia (anthropomorphic polytheism) sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surah Nuh ayat 23,

Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr.

Berarti pula pengarus Hinduisme adalah nyata, dokumen – dokumen “suci” ini telah mempengaruhi Agama Yunani, Yahudi, dan permulaan Kristen. (IA)

Idul Fitri di Kamp Pengungsi Muslim Rohingya

Posted by | News | No Comments

muslim rohingyaRakhine — Seperti di Jalur Gaza, tidak ada pesta menyambut Idul Fitri di kamp-kamp pengungsi Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar. Yang ada hanya takbir dari masjid sederhana tanpa pengeras suara, dan anak-anak yang berlarian.

Idul Fitri juga hanya diisi dengan shalat dan ceramah. Mereka yang hadir mengenakan pakaian seadanya, tapi bersih. Ada lelehan air mata ketika doa dipanjatkan, dan saling peluk dan cium saat usai shalat.

Semua itu luput dari perhatian dunia, tapi tercatat dengan baik dalam laporan Yanghee Lee — utusan HAM PBB yang meninjau kamp-kamp pengungsi Muslim Rohingya sebelum Idul Fitri.

Read More

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬
(Qs.3:31)